This study aims to improve the vocabulary of children aged 4–5 years through the implementation of the storytelling method using hand puppet media at TK Pertiwi 14.06.08 Klapasawit. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model conducted in two cycles, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 17 children consisting of 7 boys and 10 girls. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research instrument used an observation sheet of children’s vocabulary skills covering the ability to mention, pronounce, and use verbs and nouns in simple conversations. The data were analyzed descriptively using quantitative methods by calculating the percentage of children’s vocabulary achievement in each cycle. The results showed that the implementation of the storytelling method using hand puppet media was able to improve children’s vocabulary skills. This was indicated by the increase in vocabulary achievement from 49.69% in the pre-cycle to 64.5% in Cycle I and reaching 80% in Cycle II with a good category. The use of hand puppet media created an interesting, enjoyable, and interactive learning atmosphere, making children more active, confident, and courageous in speaking. Therefore, the storytelling method using hand puppet media is effective in improving early childhood vocabulary skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kosakata anak usia 4–5 tahun melalui penerapan metode bercerita menggunakan media boneka tangan di TK Pertiwi 14.06.08 Klapasawit. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 anak yang terdiri atas 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kemampuan kosakata anak yang mencakup kemampuan menyebutkan, melafalkan, dan menggunakan kata kerja serta kata benda dalam percakapan sederhana. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketercapaian kemampuan kosakata anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita menggunakan media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan kosakata anak. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase kemampuan kosakata anak pada pra-siklus sebesar 49,69%, meningkat menjadi 64,5% pada siklus I, dan mencapai 80% pada siklus II dengan kategori baik. Penggunaan media boneka tangan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan interaktif sehingga anak lebih aktif, percaya diri, dan berani berbicara. Dengan demikian, metode bercerita menggunakan media boneka tangan efektif untuk meningkatkan kosakata anak usia dini.