Andi Abd. Muis
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Pare-Pare

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPONEN DAN TUJUAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Andi Abd. Muis; Nur Aliah; Sudirmanto Sudirmanto; Dewi T
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11403

Abstract

ABSTRACT Educational communication is an essential element in the success of learning because it functions as a medium for transmitting knowledge, values, and shaping students' character. However, communication barriers between educators and students still occur, causing the learning process to be less than optimal. This study aims to analyze the components and objectives of educational communication in the learning process from the perspective of Islamic education. The study employed a library research method by examining relevant books, journals, and scientific sources, which were then analyzed descriptively. The findings indicate that educational communication consists of communicators, communicants, messages, media, methods, and feedback that interact to support effective learning. The objectives of educational communication include delivering information, enhancing learning motivation, developing skills, shaping attitudes, strengthening educational relationships, and fostering students' character. The novelty of this study lies in the integration of educational communication concepts with the perspective of Islamic education, positioning communication not only as a means of knowledge transfer but also as a medium for moral development. This study contributes as a reference for teachers and lecturers in developing learning processes that are more interactive, humanistic, and character-oriented. Therefore, effective educational communication serves as a fundamental basis for supporting successful learning and sustainable character development among students. ABSTRAK Komunikasi pendidikan merupakan unsur penting dalam keberhasilan pembelajaran karena berfungsi menyampaikan pengetahuan, nilai, dan membentuk karakter peserta didik. Namun, masih terdapat hambatan komunikasi antara pendidik dan peserta didik yang menyebabkan proses pembelajaran belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis komponen dan tujuan komunikasi pendidikan dalam proses pembelajaran berdasarkan perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan mencakup komunikator, komunikan, pesan, media, metode, dan umpan balik yang saling mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif. Tujuan komunikasi pendidikan meliputi penyampaian informasi, peningkatan motivasi belajar, pengembangan keterampilan, pembentukan sikap, penguatan hubungan edukatif, dan pembentukan karakter peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep komunikasi pendidikan dengan perspektif pendidikan Islam yang menempatkan komunikasi sebagai sarana transfer pengetahuan sekaligus pembinaan akhlak. Penelitian ini berkontribusi sebagai rujukan bagi guru dan dosen dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif, humanis, dan berorientasi pada karakter. Dengan demikian, komunikasi pendidikan yang efektif menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik.
Pengembangan Manajemen Mutu Pendidikan Islam di Pesantren: Development of Islamic Education Quality Management in Islamic Boarding Schools Andi Abd. Muis; Maksum Roy; Harmilati; Wa Ode Siti Harvina; Darnita
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model manajemen mutu pendidikan Islam di pesantren sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, efektivitas pembelajaran, dan daya saing lembaga pendidikan Islam di era global. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan kompetensi peserta didik. Namun, tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tuntutan masyarakat terhadap mutu pendidikan menuntut pesantren untuk menerapkan sistem manajemen mutu yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis konseptual terhadap berbagai teori manajemen mutu, kebijakan pendidikan Islam, serta praktik pengelolaan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan manajemen mutu pendidikan Islam di pesantren dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan visioner, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan kurikulum yang integratif, optimalisasi budaya mutu, pemanfaatan teknologi informasi, serta penerapan sistem evaluasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Selain itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengasuh pesantren, tenaga pendidik, santri, orang tua, dan masyarakat, menjadi faktor penting dalam menjamin keberhasilan implementasi manajemen mutu. Penelitian ini menawarkan model pengembangan manajemen mutu pendidikan Islam yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman, efektivitas organisasi, dan peningkatan kualitas lulusan. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola pesantren, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan Islam yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. This study aims to analyze and develop a quality management model for Islamic education in Islamic boarding schools (pesantren) as an effort to improve educational service quality, learning effectiveness, and institutional competitiveness in the global era. As one of the oldest Islamic educational institutions, pesantren play a strategic role in shaping students’ character, morality, and competencies. However, the rapid advancement of science and technology, along with increasing public demands for educational quality, requires pesantren to implement systematic, measurable, and sustainable quality management practices. This study employs a qualitative approach using literature review and conceptual analysis of quality management theories, Islamic education policies, and pesantren management practices. The findings indicate that the development of quality management in Islamic education can be achieved through strengthening visionary leadership, enhancing human resource competencies, implementing an integrated curriculum, fostering a quality-oriented culture, utilizing information technology, and applying continuous evaluation and improvement systems. Furthermore, the involvement of all stakeholders, including pesantren leaders, educators, students, parents, and the wider community, is essential for ensuring the successful implementation of quality management initiatives. This study proposes a quality management development model for Islamic education that integrates Islamic values, organizational effectiveness, and graduate quality enhancement. The findings are expected to serve as a reference for pesantren administrators, academics, and policymakers in formulating adaptive, sustainable, and relevant strategies for improving the quality of Islamic education in response to contemporary societal needs.
Metode Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Pemikiran Imam Al-Ghazali : Methods of Acquiring Knowledge in the Perspective of Imam Al-Ghazali’s Andi Abd. Muis; Sudirmanto; Nur Aliah; Dewi T
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9377

Abstract

Ilmu menempati posisi fundamental dalam tradisi intelektual Islam, dan Imam Al-Ghazali merupakan salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam merumuskan konsep epistemologi Islam yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam metode memperoleh ilmu dalam perspektif pemikiran Imam Al-Ghazali dengan menelaah karya-karya utamanya seperti Ihya’ Ulumuddin, Mi’yar al-‘Ilm, al-Mustashfa, dan al-Munqidz min al-Dhalal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi terhadap teks-teks klasik dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, ilmu diperoleh melalui empat instrumen utama: indera (al-hawâss) sebagai alat untuk menangkap fakta empiris; akal ('aql) sebagai sarana untuk menganalisis, menguji, dan membangun argumentasi logis; serta intuisi atau kasyf yang hanya diperoleh melalui penyucian jiwa, mujahadah, dan pendekatan spiritual kepada Allah, dan keempat Wahyu (Al-wahyu). Keempat metode ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi dan membentuk kerangka epistemologi integratif yang memadukan aspek empiris, rasional, dan spiritual. Penelitian ini juga menemukan bahwa tujuan akhir pencarian ilmu menurut Al-Ghazali bukan hanya penguasaan pengetahuan, tetapi pembentukan akhlak, kedekatan dengan Allah, dan tercapainya kebijaksanaan (al-hikmah). Dengan demikian, konsep epistemologi Al-Ghazali sangat relevan untuk pengembangan pendidikan Islam modern, karena menawarkan paradigma perolehan ilmu yang komprehensif, etis, dan berorientasi pada penyempurnaan diri.