Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Tari Tradisional Singam Pari Kecamatan Limun Sebagai Landasan Penciptaan Karya Tari Balui Hujung: Kajian Bentuk Tari Putri Yeni; Eko Supriyanto
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.509

Abstract

Balui hujung merupakan karya tari yang bersumber dari fenomena tari tradisional Singgam Pari di Kabupaten Limun, Provinsi Jambi. Karya tari kontemporer ini hadir berdasarkan empiris pada gaya hidup dan vitalitas masyarakat yang memengaruhi eksistensi tari Singgam Pari dan ekosistem sungai. Melalui karya tari ini, masyarakat diajak untuk membaca ulang praktik penambangan emas ilegal yang telah menjadi cambuk dalam kehidupan dan budaya mereka sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bentuk dan metode penciptaan karya tari Balui Hujung. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Balui Hujung merupakan karya tari kontemporer yang memiliki unsur-unsur tari secara umum. Tarian ini memiliki tiga bagian karya dengan gerakan yang berkembang dari gerakan tari Singgam Pari. Busana yang digunakan berwarna putih polos dengan makna keanggunan, penarinya merupakan penari pria dan wanita, alunan musik yang digunakan berasal dari suara mesin tambang emas ilegal, dan tempat pementasan karya tersebut berada di lokasi tambang emas ilegal Kecamatan Limun.