Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual siswa. Namun, dalam era digital saat ini, pembelajaran masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi dengan maksimal dengan materi dan strategi pembelajaran. Di SMA Negeri 9 Denpasar, penerapan teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu belum sepenuhnya terintegrasi secara efektif. Studi ini menyoroti implementasi framework Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) sebagai strategi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Tujuan studi ini yaitu (1) untuk mendeskripsikan implementasi framework TPACK dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (2) untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam memadukan unsur teknologi, pedagogik, dan konten, serta (3) untuk menganalisis upaya yang dilaksanakan dalam mengatasi kendala tersebut di SMA Negeri 9 Denpasar. Studi ini dianalisis menggunakan teori TPACK, teori belajar humanistik, dan teori konstruktivisme. Studi ini ialah penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi framework TPACK dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 9 Denpasar telah diterapkan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dengan memadukan aspek teknologi, pedagogik, dan konten, meskipun belum sepenuhnya optimal. (2) Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, belum meratanya penguasaan teknologi, serta kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi dengan strategi pembelajaran dan materi ajar. (3) Upaya yang dilaksanakan dalam mengatasi kendala tersebut yaitu dengan bersikap fleksibel dalam pembelajaran, memanfaatkan perangkat yang tersedia seperti handphone siswa, serta menyesuaikan penggunaan teknologi dengan kondisi dan kebutuhan pembelajaran di kelas.