Wildanul Mukminin
Universitas Islam Negeri Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSTRUKSI MAKNA KEDERMAWANAN DIGITAL: STUDI FENOMENOLOGI PENGGUNA FITUR INFAK ATM BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) PADA MASYARAKAT URBAN DI PAMEKASAN Ach Alfan Irhamsyah; Anisa Maulidya; Khoirun Nisa'; Wildanul Mukminin; Farahdilla Kutsiyah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 5 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i6.2026.1460-1466

Abstract

Masyarakat Madura diketahui selaku warga yang mempunyai kepribadian religius yang kokoh dan budaya filantropi islam yang masih dijalankan secara tradisional. Tetapi, pertumbuhan teknologi digital mulai mengganti aplikasi kedermawanan warga, termasuk kegiatan infak lewat ATM Bank Syariah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami arti kedermawanan digital pada masyarakt urban diPamekasan lewat pemakaian fitur infak pada ATM BSI. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan tata cara fenomenologi, informasi diperoleh lewat wawancara terhadap informan pengguna fitur infak digital. Hasil penelitian menampilkan kalau digitalisasi tidak melenyapkan nilai religius dalam aplikasi infak, namun mengganti metode warga dalam menguasai kegiatan berbagi. Penemuan penelitian menampilkan 3 pola utama, yaitu pertama kelompok yang menerima infak digital sebab dikira lebih gampang serta instan sehingga dicoba secara spontan, kedua kelompok yang merasa berinfak secara langsung lebih mempunyai kedalaman emosional dan spiritual, ketiga kelompok yang memandang anonimitas dalam infak digital sanggup melindungi keihklasan sebab bukti diri pemberi tidak dikenal orang. Tidak hanya itu, aspek kemudahan, keyakinan, serta budaya lokal teruji mempengaruhi tingkatan penerimaan warga terhadap infak digital. Penemuan ini sejalan dengan Teori Altruisme Digital yang menerangkan kalau sikap kedermawanan digital tidak cuma dipengaruhi aspek teknologi, namun juga oleh motivasi spiritual, sosial serta psikologis pengguna. Dengan demikian, kedermawanan digital bisa dimengerti selaku bentuk menyesuaikan diri praktik filantropi ditengah pertumbuhan teknologi tanpa melenyapkan nilai religius serta budaya dalam kehidupan warga