Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis-jenis krisis kehidupan dan mekanisme penanggulangan yang digunakan oleh mahasiswa program Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) tahun 2019 di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dalam menghadapi masalah psikologis pada masa dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Sampel penelitian terdiri dari 27 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan indikasi mereka mengalami krisis seperempat kehidupan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam. Sebaliknya, analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, analisis data, dan analisis kesimpulan. Menurut temuan penelitian, krisis seperempat abad pada siswa ditandai dengan rendahnya kepercayaan diri, ketidakpastian tentang karier, kecemasan tentang masa depan, tekanan akademis, dan kebingungan tentang arah hidup. Siswa menggunakan dua jenis mekanisme penanggulangan untuk menghadapi situasi ini: penanggulangan yang berfokus pada emosi dan penanggulangan yang berfokus pada masalah. Sementara penanggulangan yang berfokus pada emosi melibatkan pengelolaan emosi, mencari dukungan sosial, dan mengambil pendekatan spiritual, penanggulangan yang berfokus pada masalah melibatkan upaya untuk menyelesaikan masalah secara langsung. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa faktor internal dan eksternal—seperti keadaan emosional, pola pikir, dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan tekanan akademis—memiliki dampak pada mekanisme penanggulangan siswa.