Nafisatul karomah
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBELAJARAN IPS SEKOLAH DASAR YANG INKLUSIF DAN BERKEADILAN: SINTESIS LITERATUR TENTANG INOVASI KBM BERBASIS MULTIKULTURAL Toha Nantra; Nafisatul karomah; Mu’allimin; Erma Fatmawati
IJIT: Indonesian Journal of Islamic Teaching Vol. 9 No. 1 (2026): IJIT : Indonesian Journal of Islamic Teaching
Publisher : Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ijit.v9i1.2623

Abstract

Penelitian ini bertujuan merangkum dan menyintesiskan berbagai kajian terkait inovasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbasis multikultural dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, dengan fokus pada penguatan inklusivitas dan keadilan sosial. Selain itu, studi ini juga berupaya merumuskan kerangka operasional yang kontekstual dan terukur. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan studi pustaka dengan sintesis literatur sistematis. Data diperoleh dari lima sumber empiris terbuka dan terverifikasi yang terbit pada rentang tahun 2020–2025, dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang ketat terkait relevansi dan validitas metodologi. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis konten kualitatif dan sintesis tematik, yang kemudian dipadukan dengan perspektif teoretis Culturally Sustaining Pedagogy dan Universal Design for Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi KBM IPAS yang inklusif dan berkeadilan menuntut adanya integrasi antara pelestarian identitas kultural sebagai sumber pengetahuan dan desain kurikulum yang fleksibel serta responsif. Dari sintesis tersebut dihasilkan lima pilar utama, yaitu relevansi kontekstual, dialog kritis multikultural, diferensiasi adaptif, representasi otentik, dan aksi sosial yang terukur. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan multikultural harus melampaui sekadar akomodasi permukaan, dengan merekonstruksi narasi dominan serta menjamin akses belajar yang setara melalui pendekatan multimodal. Kerangka yang dihasilkan mampu menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik dalam Kurikulum Merdeka, sekaligus memberikan panduan praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang demokratis, empatik, dan berorientasi pada keadilan sosial berkelanjutan.