Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AROMATIK LITERASI: REVITALISASI RUMAH BACA FLC SEBAGAI CREATIVE HUB ATSIRI UNTUK KEWIRAUSAHAAN GEN Z Neri Fadjria; Amelya Afryandes; Trie Yuni Elfasyari; Fathurrahman Fathurrahman; Jaya Adha
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.6489

Abstract

Pascapandemi COVID-19 fungsi utama Rumah Baca FLC mengalami penurunan, sehingga perlu adanya revitalisasi untuk menarik kembali Gen Z dalam melakukan kegiatan aplikatif dan bernilai ekonomi. Program pengabdian "Aromatik Literasi" bertujuan melakukan revitalisasi rumah baca FLC menjadi Creative Hub Atsiri dengan memanfaatkan potensi tanaman aromatik lokal, seperti sereh wangi menjadi minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 30 peserta, meliputi pengembangan kebun percontohan tanaman aromatik, instalasi mini laboratorium distilasi uap sederhana, dan mengadakan pelatihan komprehensif dari budidaya, distilasi, hingga produk turunan. Hasil program memperlihatkan berdasarkan pre-test dan post-test bahwa transfer pengetahuan mengalami peningkatan dengan skor teknis sebesar lebih dari 100% . Selain itu, FLC kini memiliki fasilitas distilasi permanen yang mampu memproduksi minyak atsiri batch awal dengan rendemen 1.5% dari Sereh Wangi. Program ini efektif mengubah FLC menjadi pusat edukasi, produksi, dan inkubator kewirausahaan yang dinamis, menumbuhkan kemandirian ekonomi Gen Z berbasis sumber daya alam lokal.
Analisis Kadar Fenolik dan Flavonoid Ranting Pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) dengan Spektrofotometri UV-Vis Zulfisa Zulfisa; Trie Yuni Elfasyari; Reza Aprilia; Ahdi Dinil Haq. AH
Herbal Medicine Journal Vol 9 No 2 (2026): Herbal Medicine Journal
Publisher : Program Studi S1 Farmasi, STIKES Senior, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58996/hmj.v9i2.246

Abstract

Pine twigs (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) remain an underexplored plant part regarding their secondary metabolite composition, although other parts such as leaves, flowers, and stem bark have been reported to contain phenolic and flavonoid compounds with antioxidant properties. This study aimed to determine the phenolic and flavonoid contents of ethanol extract derived from pine twigs using UVVis spectrophotometric analysis. The extract was obtained through maceration of dried twig powder using 96% ethanol. Phenolic content was determined using the FolinCiocalteu method with gallic acid as the reference standard, while flavonoid content was determined using the aluminum chloride (AlCl₃) colorimetric method with quercetin as the reference standard. Qualitative analysis confirmed the presence of phenolic and flavonoid compounds in the extract. The gallic acid calibration curve at a maximum wavelength of 783 nm yielded the regression equation ŷ = 0.09983 + 0.001394x with a correlation coefficient (r) of 0.9854 and coefficient of determination (R²) of 0.9710. Meanwhile, the quercetin calibration curve at 434 nm produced the regression equation ŷ = 0.01091 + 0.009805x with r = 0.9989 and R² = 0.9978. The phenolic content of pine twig extract was found to be 0.183% w/w, with a limit of detection (LOD) of 137.4666 µg/mL and a limit of quantification (LOQ) of 458.2217 µg/mL, whereas the total flavonoid content was 0.122% w/w, with an LOD of 3.9687 µg/mL and an LOQ of 13.2291 µg/mL. Precision analysis demonstrated good measurement repeatability. The findings indicate that pine twigs contain low but consistent levels of phenolic and flavonoid compounds, suggesting their potential as a natural source of bioactive compounds for further development, particularly following additional antioxidant activity studies.
Potensi Sinergis Emulgent Topikal Purifikasi Ekstrak Daun Sidr (Ziziphus spina-christi L.) dan Kemiri Bakar (Aleurites moluccanus L.) sebagai Terapi Alopecia Trie Yuni Elfasyari; Mevy Trisna; Zulfisa Zulfisa; Sophia Agustiani; Firda Tri Setia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37120

Abstract

Alopecia merupakan gangguan pertumbuhan rambut yang berkaitan dengan stres oksidatif dan inflamasi kronis pada folikel rambut. Terapi konvensional seperti minoxidil dan finasterid memiliki keterbatasan efektivitas serta potensi efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas biologis dan mutu fisik emulgent topikal yang mengandung purifikasi ekstrak daun sidr (Ziziphus spina-christi L.) dan biji kemiri bakar (Aleurites moluccanus L.) sebagai kandidat fitoterapeutik penumbuh rambut. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode ultrasound-assisted extraction dan sokhletasi, dilanjutkan pemurnian berbasis air. Analisis HPLC menunjukkan kandungan utama berupa rutin (245 mg/L), quercetin (6,8 mg/L), dan asam galat (47 mg/L) pada ekstrak sidr, serta quercetin (27 mg/L) pada ekstrak kemiri bakar. Evaluasi fisik sediaan menunjukkan pH fisiologis (5,0–6,7), daya sebar optimal, viskositas stabil, serta stabilitas baik pada uji freeze–thaw. Uji in vivo selama 21 hari menunjukkan bahwa formula kombinasi secara signifikan meningkatkan pertumbuhan rambut dibandingkan basis dan minoxidil 2% (ANOVA, F = 9,28; p = 0,0003). Efek ini berkaitan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi flavonoid yang mendukung perpanjangan fase anagen.