Agastya Rama Listya
Program Studi Seni Musik Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Musikologis dan Teologis terhadap Lagu Ruri Saranden dari Biak dalam Format Sopran Alto Tenor Bas Inggrid Anastasia Noya; Agastya Rama Listya; Rachel Mediana Untung
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v9i1.862

Abstract

Ruri Saranden merupakan lagu rohani dari Papua yang dikenal luas di kalangan masyarakat Kristen Papua dan sering digunakan dalam ibadah kontekstual. Namun, kajian ilmiah mengenai struktur musikal dan makna teologisnya masih terbatas. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lagu Ruri Saranden yang berasal dari Biak melalui pendekatan musikologis dan teologis. Analisis musikologis difokuskan pada aransemen paduan suara SATB (Sopran, Alto, Tenor, Bas) dengan mengidentifikasi unsur-unsur musikal, meliputi bentuk dan struktur lagu, melodi, harmoni, ritme, serta kadens. Sedangkan analisis teologis bertujuan mengkaji makna lagu dalam praktik peribadahan masyarakat Kristen Biak, khususnya terkait pemahaman tentang peran Roh Kudus dalam kehidupan umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan tekstual karena analisis didasarkan pada dokumen tertulis, serta didukung oleh pendekatan berbasis praktik untuk memperdalam kajian musikologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perpaduan antara unsur tradisional Biak—seperti gaya vokal solo yang mengimitasi pemimpin ritual (Mon), pola nyanyian bersahutan, dan penggunaan instrumen perkusif Papua (tifa)—dengan format paduan suara dan harmoni Barat. Secara teologis, lagu ini berfungsi sebagai kesaksian iman sekaligus sarana permohonan dan ungkapan keyakinan jemaat akan kasih serta penyertaan Roh Kudus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ruri Saranden merupakan model kontekstualisasi iman yang mengintegrasikan budaya lokal tanpa menghilangkan pesan Injil, serta merekomendasikan penggunaannya dalam antologi nyanyian gereja kontekstual.