Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Puspa Hunting (Puskesmas Panekan Hunter TB Stunting): 3 Prinsip dalam Perspektif Neo Weberian State Taufik Maulana; Asri Lestari; Bintoro Wardiyanto
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 1 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.10047

Abstract

Penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Indonesia menjadi isu kesehatan yang sangat penting, mengingat tingginya angka kejadian dan dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkannya. Di Kabupaten Magetan, khususnya di Kecamatan Panekan, angka TB dan stunting pada balita menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, sehingga memerlukan intervensi yang inovatif. Salah satu solusi yang diterapkan adalah program PUSPA HUNTING (Puskesmas Panekan Hunter TB-Stunting) dimana menggunakan pendekatan proaktif melalui strategi "jemput bola" untuk mendeteksi dini TB pada balita stunting. Program ini disamping masuk dalam 28 Outstanding Public Service Innovations Tahun 2025 juga berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar 8% di tahun 2025 dan mencapai succes rate TBC sebesar 96% pada tahun 2024. Penelitian ini menganalisis PUSPA HUNTING melalui lensa Neo-Weberian State (NWS) dengan 3 (tiga) prinsip meliputi: (1) keseimbangan antara logika konsekuensi dan logika kepantasan dalam pengambilan keputusan pelayanan publik, (2) reafirmasi peran sentral negara dalam mengorkestrasikan tata kelola multi-aktor, dan (3) transformasi birokrasi melalui profesionalisasi manajerial. Hasil analisis menunjukkan bahwa PUSPA HUNTING berhasil mengintegrasikan deteksi TB dengan penanganan stunting, serta memperkuat kapasitas negara dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan. Analisis ini juga menggarisbawahi pentingnya peran negara sebagai pengatur dalam memfasilitasi kolaborasi antara berbagai aktor, serta pentingnya transformasi birokrasi untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas dalam menghadirkan layanan publik.
Analysis of Partnership Model in DASHAT (Healthy Kitchen to Overcome Stunting) Innovation for Family Nutritional Resilience Aqsal Falevi Harahap; Bintoro Wardiyanto; Virda Ismaliya Bangun
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i2.7995

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, affecting children’s physical growth and cognitive development due to chronic malnutrition. This study aims to analyze partnership models in the implementation of the DASHAT (Healthy Kitchen to Overcome Stunting) program as a public service innovation to improve household food security. The research employs a qualitative approach using a literature review method by examining empirical studies on DASHAT implementation across several regions in Indonesia, analyzed through the perspectives of New Public Governance (NPG) and New Public Service (NPS). The findings indicate that the DASHAT program effectively enhances nutritional knowledge, improves dietary behavior, and strengthens community skills in preparing nutritious meals based on local resources. Collaborative governance involving government institutions, health cadres, and communities plays a crucial role in ensuring sustainable nutrition interventions and effective information dissemination. Furthermore, the program contributes to increased family participation in fulfilling children's nutritional needs and promotes household food resilience. However, challenges persist, including limited resources, uneven mentoring quality, and suboptimal cross-sector coordination. Therefore, strengthening collaborative governance, improving human resource capacity, and ensuring consistent program implementation are essential to enhance the effectiveness and sustainability of DASHAT in reducing stunting rates.