Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelaksanaan Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri oleh Kementerian Perindustrian Amirullah Amirullah; Muhadam Labolo; Dyah Poespita Ernawati
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 1 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.10102

Abstract

Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) merupakan salah satu fasilitas yang diselenggarakan oleh Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Jasa Industri (POPTIKJI) pada Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM). Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala dan hambatan administratif maupun teknis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan Program DAPATI, mengidentifikasi kendala dan/atau hambatan yang dihadapi, dan merumuskan upaya untuk memperkuat pelaksanaannya. Kerangka analisis menggunakan model implementasi kebijakan Merilee S. Grindle yang memandang keberhasilan program dari dimensi isi kebijakan dan konteks implementasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dari beberapa informan yang bertugas di Kementerian Perindustrian dan IKM penerima fasilitas DAPATI serta telaah dokumen. Data dianalisis melalui tahapan mengkode data, mengkategorisasi data, dan tematisasi data dengan bantuan perangkat lunak ATLAS.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAPATI telah memberikan manfaat nyata bagi IKM melalui bantuan konsultansi dan pendampingan teknis, tetapi pelaksanaannya masih terkendala oleh posisi program dalam struktur kebijakan dan penganggaran, tata kelola administratif, kapasitas pelaksana program, serta karakteristik IKM. Untuk memperkuat program, diperlukan penguatan posisi DAPATI dalam dokumen perencanaan dan kinerja Kemenperin, sinergi kelembagaan lintas unit dan pemerintah daerah, peningkatan kapasitas SDM Balai dan IKM, serta pengembangan sistem informasi dan monitoring evaluasi yang lebih komprehensif. Temuan ini diharapkan menjadi masukan untuk pengembangan program dan pengembangan IKM di Indonesia.
Effectiveness of the Preparation of the Regional Governance Implementation Report (LPPD) Through Coordination Among Regional Apparatuses in Tangerang Regency in 2023 Muhammad Fariz Iqbal; Muhadam Labolo; A. Masrich
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisplin Indonesia (JIM-ID), January 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The preparation of the Regional Government Implementation Report (LPPD) is a constitutional obligation of regional heads as a form of accountability for government administration to the central government and society. This study aims to analyze the effectiveness of LPPD preparation through coordination among regional apparatus in Tangerang Regency in 2023, identify inhibiting factors, and describe efforts made to improve preparation effectiveness. The research uses a qualitative approach with a descriptive design, with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation studies. Research informants consist of the Regional Secretary, Head of Government Administration Section, representatives from the Inspectorate, Regional Planning and Development Agency, Population and Civil Registration Office, and staff of the Government Administration Section selected using purposive sampling and snowball sampling techniques. Data analysis was conducted using Duncan's effectiveness theory which includes three dimensions: goal attainment, integration, and adaptation. The research results show that the implementation of LPPD preparation in Tangerang Regency in 2023 has generally not been effective. In the goal attainment dimension, delays in data submission from most regional apparatus were found, with only four apparatus completing data on the first request letter. In the integration dimension, coordination and communication among regional apparatus are still weak, evident from slow responses to data requests and ineffective communication through WhatsApp groups. In the adaptation dimension, there are still obstacles in using the SiLPPD application and limited human resources who understand technical guidelines. Inhibiting factors include delays in data submission, weak coordination and communication, absence of reward and punishment systems, limited human resources, and technical obstacles in using the SiLPPD application. Efforts to improve effectiveness are carried out through strengthening coordination among regional apparatus, increasing supervision and evaluation, implementing coaching clinics, and applying parallel validation by the Inspectorate. This research concludes that although there have been improvement efforts, the effectiveness of LPPD preparation still requires strengthening through the formation of a permanent LPPD Coordination Team, comprehensive SOP development, establishment of clear reward and punishment systems, and continuous human resource capacity building.