Budi Santoso
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya, Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Manajemen Perubahan untuk Meningkatkan Championing Behavior pada Implementasi Rekam Medis Elektronik Dimas Firman Hidayat; Arlette Suzy Puspa Pertiwi; Budi Santoso
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.10267

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit tipe D kerap menghadapi tantangan yang tidak semata-mata bersifat teknis, melainkan berkaitan dengan kesiapan dan perilaku sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen perubahan berbasis Model Kotter dalam mendorong championing behavior karyawan pada implementasi RME di Rumah Sakit Islam (RSI) Yatofa, Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME di RSI Yatofa secara alami mengikuti tahapan Model Kotter, khususnya dalam membangun rasa urgensi, membentuk koalisi pemandu, dan menciptakan keberhasilan awal. Strategi paling efektif dalam menumbuhkan championing behavior adalah pemberdayaan mentor sejawat (peer mentors) melalui pendampingan berkelanjutan dan melibatkan pemimpin informal yang mampu menjembatani visi manajemen dengan praktik operasional sehari-hari. Championing behavior berkembang melalui interaksi saling menguatkan antara motivasi intrinsik, dukungan organisasi melalui kepemimpinan dan komunikasi efektif, dukungan sosial dari mentor sejawat, dan pengalaman keberhasilan awal yang nyata dalam penggunaan sistem. Temuan penting adalah munculnya fenomena resiliensi kolektif, di mana keterbatasan teknis tidak menjadi hambatan utama, tetapi justru memperkuat kolaborasi tim dalam mencari solusi bersama. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan manajemen perubahan berpusat pada manusia, berbasis dukungan sosial, dan penciptaan pengalaman keberhasilan bersama memiliki peran lebih krusial dibandingkan infrastruktur teknis semata dalam konteks rumah sakit dengan keterbatasan sumber daya.