Bencana kebakaran tidak dapat diprediksi waktu dan tempatnya, sehingga dibutuhkan teknologi sistem peringatan dan penanggulangan dini. Penelitian ini bertujuan merancang sistem prototype berbasis Internet of Things (IoT) jika terjadi kebakaran dalam suatu ruangan. Terdapat beberapa fitur dalam perancangan sistem yaitu mikrokontroler (ESP32) yang terhubung dengan 3 yakni sensor api (5-channel flame sensor), suhu (DHT22) dan asap (MQ2). Data dari ketiga sensor di tampilkan real-time melalui website server lokal dalam kondisi normal atau tidak saat di monitoring. Saat kondisi tidak normal ketiga sensor terbaca oleh sistem maka akan terjadi pemutusan arus listrik dan pemadaman api secara otomatis. Sistem juga mengirimkan notifikasi berupa pesan dan panggilan kepada pemadam kebakaran melalui layanan CallMeBot, jika api tidak padam dalam waktu tertentu. Pengujian dilakukan untuk 4 objek yakni kertas, korek api gas, sumbu kompor dan rokok. Pengujian pada kertas sistem pemadaman aktif dan pesan telepon tidak aktif sedangkan pada sumbu kompor sistem keduanya aktif karena api tidak padam dalam waktu lebih dari 5 detik yang ditentukan. Hasil perhitungan QoS pada pengiriman data didapatkan nilai packet loss 0,1%, delay request dan delay respond, untuk nilai webserver yaitu 95,60758918 ms dan 95,06614461 ms. Pada telegram nilainya sebesar 89,96194943 ms dan 76,00959068 ms.