Peningkatan penggunaan plastik berbasis petrokimia telah menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius akibat sifatnya yang sulit terdegradasi secara alami. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah bioplastik yang berasal dari sumber daya terbarukan dan mudah terurai. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan pati biji alpukat (Persea americana) sebagai matriks polimer dan selulosa dari limbah kertas HVS sebagai bahan penguat dalam pembuatan bioplastik menggunakan metode melt intercalation. Selain meningkatkan nilai tambah limbah biomassa, pemanfaatan kedua bahan tersebut juga mendukung konsep ekonomi sirkular dan pengurangan limbah padat. Bioplastik dibuat dengan komposisi tetap 5 g pati biji alpukat dan 1 g carboxymethyl cellulose (CMC), sedangkan massa selulosa divariasikan sebesar 0; 0,5; 1; dan 1,5 g. Sorbitol digunakan sebagai plasticizer dengan 5 g. Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan seluruh bahan dalam 100 mL aquades, kemudian dipanaskan dan diaduk selama 30 menit hingga terjadi gelatinisasi. Campuran yang terbentuk dicetak dan dikeringkan hingga diperoleh film bioplastik. Karakterisasi dilakukan melalui pengujian sifat mekanik yang meliputi kuat tarik, elongasi, dan modulus Young. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan massa selulosa berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik bioplastik. Nilai kuat tarik meningkat dari 0,1387 MPa menjadi 1,4068 MPa seiring bertambahnya massa selulosa hingga 1,5 g. Sebaliknya, nilai elongasi menurun dari 18,16% menjadi 11,52%, menunjukkan berkurangnya fleksibilitas material akibat meningkatnya interaksi antarmolekul antara pati dan selulosa. Nilai modulus Young juga mengalami peningkatan yang mengindikasikan terbentuknya struktur bioplastik yang lebih kaku dan kuat. Peningkatan sifat mekanik tersebut disebabkan oleh peran selulosa sebagai reinforcing filler yang memperkuat matriks pati melalui pembentukan ikatan hidrogen. Meskipun demikian, nilai kuat tarik dan elongasi yang diperoleh masih belum memenuhi persyaratan SNI 7818:2014 untuk plastik biodegradable. Secara keseluruhan, penambahan selulosa limbah kertas terbukti mampu meningkatkan karakteristik mekanik bioplastik berbasis pati biji alpukat dan berpotensi dikembangkan sebagai material ramah lingkungan yang berkelanjutan.