Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Aplikasi Solitekids Terhadap Minat Belajar Pada Anak 5-6 Tahun Gusmaini Gusmaini; Susi Herlinda; Swandra Rahayu
Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Том 4 № 02 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jimat.v4i02.2285

Abstract

This study aims to determine the effect of the Solitekids application on learning interest in 5-6 year old children at Dahlia Kindergarten, Mempura District, Siak Regency. This research method is quasi-experimental, with a sample of 15 children in the experimental class and 16 in the control class. Data were collected through observation and documentation and analyzed using a t-test. The results of the study indicate that the use of Solitekids has a significant impact on learning interest, which is proven statistically, the independent sample t-test shows a Sig. (2-tailed) value of 0.000 <0.05, so that the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Thus, the Solitekids application has been proven effective in increasing interest in learning in early childhood. Its contribution to teachers can be applied as a learning medium to increase children's interest in learning.
Stimulasi Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Modifikasi Kegiatan Mengancing dan Mengikat Juliana Juliana; Rahmah Rahmah; Swandra Rahayu
Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Том 4 № 02 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jimat.v4i02.2345

Abstract

This study aims to improve the fine motor skills of children aged 5-6 years at TK Negeri Bantar through 2M activities (buttoning and tying). The main problem in this research was the low hand-eye coordination of children, where in the initial condition, the "Not Yet Developed" (BB) category reached 60%. The method used was Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of two meetings. The subjects of the study were Group B children at TK Negeri Bantar. Data collection techniques were carried out through observation and documentation. The results showed that in Cycle I, children's fine motor skills began to improve but were not optimal, with the average "Developed as Expected" (BSH) category at 30%. After improving the actions in Cycle II through media modification and intensive assistance (scaffolding), children's fine motor skills increased drastically to 90% in the BSH category, and the BB category decreased to 0%. A significant increase occurred from Cycle I to Cycle II by 60%. The conclusion of this study is that 2M activities are effective in significantly improving early childhood fine motor skills.
Reanalisis Kerja Sama Guru dan Orangtua dalam Mendukung Proses Pembelajaran Deep Learning Anak Usia 5-6 Tahun di TK Permata Hati Rupat Masrah Masrah; Swandra Rahayu; Nelti Rizka
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.229

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran deep learning pada anak usia 5–6 tahun. Pembelajaran deep learning pada anak usia dini menekankan pada pemahaman bermakna, pengalaman langsung, serta keterlibatan aktif anak dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kerja sama guru dan orang tua serta pelaksanaan pembelajaran deep learning pada anak usia 5–6 tahun di TK Permata Hati Rupat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan orang tua peserta didik TK Permata Hati Rupat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama guru dan orang tua terjalin melalui komunikasi rutin, keterlibatan orang tua dalam kegiatan pembelajaran, serta dukungan belajar anak di rumah. Pelaksanaan pembelajaran deep learning dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, proyek sederhana, dan pembelajaran yang berpusat pada anak. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kerja sama guru dan orang tua berperan penting dalam mendukung pembelajaran deep learning yang bermakna dan kontekstual bagi perkembangan anak usia 5–6 tahun.
Reanalisis Kerja Sama Guru dan Orangtua dalam Mendukung Proses Pembelajaran Deep Learning Anak Usia 5-6 Tahun di TK Permata Hati Rupat Masrah Masrah; Swandra Rahayu; Nelti Rizka
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.229

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran deep learning pada anak usia 5–6 tahun. Pembelajaran deep learning pada anak usia dini menekankan pada pemahaman bermakna, pengalaman langsung, serta keterlibatan aktif anak dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kerja sama guru dan orang tua serta pelaksanaan pembelajaran deep learning pada anak usia 5–6 tahun di TK Permata Hati Rupat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan orang tua peserta didik TK Permata Hati Rupat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama guru dan orang tua terjalin melalui komunikasi rutin, keterlibatan orang tua dalam kegiatan pembelajaran, serta dukungan belajar anak di rumah. Pelaksanaan pembelajaran deep learning dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, proyek sederhana, dan pembelajaran yang berpusat pada anak. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kerja sama guru dan orang tua berperan penting dalam mendukung pembelajaran deep learning yang bermakna dan kontekstual bagi perkembangan anak usia 5–6 tahun.