Penelitian ini memiliki tujuan untuk meninjau isu lemahnya fungsi manajemen dan rendahnya pemanfaatan informasi pada keberadaan teknologi di sektor UMKM kuliner Surakarta yang menghambat efisiensi operasional. Penelitian ini menguji pengaruh teknologi berkontribusi pada kinerja manajerial dengan variabel mediasi dari Sistem Akuntansi Manajemen (SAM), khususnya di UMKM negara berkembang. Menggunakan desain kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 83 pemilik dan manajer UMKM kuliner di Surakarta serta dianalisis menggunakan metode structural equation modeling berbasis varians, atau Partial Least Squares (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengaruh langsung teknologi terhadap kinerja manajerial tergolong sangat lemah. Fakta empiris pada sektor usaha kuliner di Surakarta ini membuktikan bahwa kepemilikan teknologi tidak serta-merta dapat mendongkrak performa manajemen, kecuali teknologi tersebut diintegrasikan ke dalam Sistem Akuntansi Manajemen (SAM) sebagai jembatan utamanya. Kontribusi teoritis penelitian ini mempertegas relevansi teori kontingensi, di mana efektivitas teknologi dalam mendukung manajerial sangat bergantung pada kesesuaian dengan sistem informasi internal organisasi. Implikasi praktis penelitian ini bagi pemilik UMKM adalah pentingnya mengoptimalkan infrastruktur digital ke dalam sistem akuntansi yang terstruktur untuk mengoptimalkan pengambilan keputusan strategis oleh pelaku usaha. Orisinalitas penelitian ini terletak pada pengujian model mediasi SAM di sektor UMKM kuliner lokal dengan pendekatan faktor kontingensi teknologi.