Umi Umairah Suhardi
Universitas Sulawesi Barat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sekularisme dan penolakan konsep khilafah Zainuddin Losi; Umi Umairah Suhardi
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol7iss5pp753-757

Abstract

Secularism is not originally part of the tradition of Islamic political thought. However, since the collapse of the Caliphate in 1924, governance systems in many Muslim-majority countries have been largely influenced by Western models based on secular principles, such as republics and monarchies. This shift has significantly affected how Muslims perceive political authority in Islam. The secular paradigm, initially employed by Orientalists to criticize and reject the Caliphate, was gradually adopted by some Muslim intellectuals. As a result, secularism became a standard framework for evaluating the relevance of the Caliphate, leading to the assumption that Islamic teachings must be adjusted when they do not align with secular values. In fact, secularism originates from Western intellectual traditions that fundamentally differ from Islamic paradigms. Furthermore, negative perceptions of the Caliphate are often shaped by positivist approaches, which rely on empirical reality as the primary of truth. This perspective has further reinforced contemporary rejection of the Caliphate in modern discourse.
Good Governance: Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia Pemerintahan Desa Di Kecamatan Binuang Umi Umairah Suhardi; fitriani Razak; Nurhaerani Tenriwaru; Zainuddin Losi
Journal of Political and Development Issue Vol. 1 No. 2 (2025): Isu Politik dan pembangunan di negara berkembang
Publisher : PAPSEL RESEARCH AND CONSULTANT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpdi.v1i2.104

Abstract

Sumber daya manusia merupakan aset utama dalam rangka pembangunan suatu bangsa. Begitu pula dalam pembangunan desa. Pengembangan Kapasitas SDM aparatur desa dalam rangka mewujudkan Good Govenance, harus dimulai dari proses perencanaan desa yang baik, dan diikuti dengan tata kelola yang baik pula. Untuk menilai kemampuan perangkat desa dalam menjalankan pemerintahan desa, dapat dilakukan melalui pemetaan terhadap perangkat desa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan metode kualitatif, yang bersifat deskriptif. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk memahami kapasitas perangkat desa dalam mengelola pemerintahan, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta mengevaluasi upaya yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Binuang untuk meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam menjalankan tugas pemerintahan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan pada aparatur desa batetangnga memberikan pengaruh pada kinerja aparat desa dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya pada pemerintahan, sebab semakin tinggi tingkat pendidikan seorang aparat maka cara berpikir mereka akan semakin baik pula. Adapun upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM aparat desa yakni melakukan analisis kebutuhan, menyelenggarakan pelatihan bimbingan teknis dalam peningkatan kualitas untuk menghadapi perkembangan teknologi, melaksanakan evaluasi pada setiap pelatihan, membuka ruang partisipasi publik, dan perlunya koordinasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan pelatihan secara berkelanjutan.
Determination of Political Accountability of Village Government: A Study of Village Fund Management in Binuang District Umi Umairah Suhardi; Fitriani Sari Handayani Razak; Nurhaerani Tenriwaru; Ridwan; Ahmad Amiruddin
Journal of Contemporary Local Politics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Kontemporer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46507/jclp.v4i2.750

Abstract

Accountability is a principle that ensures that government administration is accountable for a series of designed programs. This study aims to examine the influence of success factors in village government accountability in managing village funds, namely, village apparatus competence, community participation, utilization of information technology, organizational commitment, and internal government control systems. The type of research used is quantitative, using component-based or variant-based Structural Equation Modeling (SEM) techniques with Partial Least Square (PLS) as a tool for conducting validity tests. Sampling using the method purposive sampling, thus obtaining 87 respondents with the criteria of village governments directly involved in administering village funds in Binuang District, Polewali Mandar Regency. The results of this study indicate that not all variables can influence accountability in village fund management in Binuang District. For example, village apparatus competence, community participation, information technology utilization, and internal government control systems have a positive effect on accountability in village fund management. However, organizational commitment does not affect accountability in village fund management. Therefore, accountability in village fund management has not been fully able to realize the achievement of good governance in Binuang District, Polewali Mandar Regency