Bartolomeus Hendriyanto
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gentiaras, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Konsep Ekonomi Sirkular melalui Pendampingan Ecobrick menuju Kemandirian Ekonomi Komunitas Difabel di Bandar Lampung Yohanita Tri Wulansari; Angela Erni Puspitadewi; Mario Aditya; Bartolomeus Hendriyanto; Victoria Ari Palma Akadiati; Andy Fitriyadi Dharma Tilaar; Andreas Suhendi; Agnes Susana Merry Purwati; Yunada Arpan
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2874

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan ecobrick khususnya pada komunitas difabel, melalui edukasi pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Permasalahan utama dari mitra diantaranya adalah masih kurangnya pemahaman dalam pemilahan sampah organik dan anorganik serta keterbatasan keterampilan dalam mengolah limbah plastik. Kegiatan dilaksanakan di Lubico Café & Coworking Space serta Bengkel Kreasi Difable, Bandar Lampung, yang menerapkan metode koordinasi tim dan mitra, persiapan materi menggunakan bahasa sederhana, sosialisasi dan praktik langsung pembuatan ecobrick. Peserta kegiatan berjumlah tujuh puluh anak disabilitas yang didampingi orang tua atau wali pendamping, menggunakan alat bantu botol dan limbah plastik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam mengenali dan memilah jenis sampah, serta peserta menguasai keterampilan teknis dalam membuat ecobrick sebagai solusi pengelolaan sampah plastik yang praktis. Secara luas, pengabdian ini mendukung kebijakan pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan strategi pengelolaan lingkungan daerah yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Kontribusi kegiatan terletak pada model pendampingan yang mengintegrasikan inklusivitas sosial dengan pengelolaan lingkungan hidup, serta keterlibatan aktif orang tua dalam proses edukasi sebagai upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.