Hasanuddin Manurung
Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Profesionalisme Guru SMAK Negeri Sumba Timur Melalui Pembelajaran Beretika dan Evaluasi Autentik dalam Pendidikan Inklusif Berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur Doni Ariani Leowandri Liu; Anita Adriance Hege Udju; Lodia Amelia Banik; Hasanuddin Manurung; Yonatan Foeh; Deswita Selan
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2910

Abstract

Guru Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK) Negeri memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi akademik, spiritual, dan karakter peserta didik. Di Kabupaten Sumba Timur, guru menghadapi tantangan nyata dalam penguatan profesionalisme, khususnya pada aspek pembelajaran beretika, evaluasi autentik, serta kolaborasi sekolah–keluarga dalam kerangka pendidikan inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan profesionalisme guru melalui pendekatan pembelajaran beretika, penerapan evaluasi autentik, dan pengembangan kemitraan edukatif antara sekolah dan keluarga. Metode yang digunakan berupa workshop partisipatif berbasis penguatan konseptual dengan teknik pemaparan materi, ceramah interaktif, dan diskusi reflektif. Kegiatan diikuti oleh 24 guru SMAK Negeri Sumba Timur. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan respon sangat positif dari peserta: 87,5% menyatakan sangat setuju pada aspek pelaksanaan, 91,7% pada aspek materi, 83,3% pada aspek pemateri, dan 95,8% pada aspek manfaat kegiatan. Selain itu, guru mengalami peningkatan pemahaman terhadap aspek psikologis peserta didik, kemampuan merancang evaluasi autentik, serta kesadaran pentingnya pembelajaran beretika dan kolaborasi sekolah–keluarga. Kegiatan ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi, sikap profesional, dan komitmen guru menuju praktik pembelajaran yang inklusif, beretika, dan berkelanjutan.