Yohanes Viva Servianus
Teknologi Mesin, Politeknik Cristo Re, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Mata Kuliah K3 melalui Pelatihan Penggunaan APAR bagi Dosen, Instruktur, dan Pegawai Politeknik Cristo Re bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, NTT Gusti F.X.Wara Wangge; Firmus Raf Martin; Yohanes Viva Servianus; Yakobus Donnisius Migo
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2941

Abstract

Kesiapsiagaan kebakaran di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi tantangan, terutama terkait rendahnya keterampilan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada sivitas akademika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dosen, instruktur, dan pegawai Politeknik Cristo Re dalam penanganan awal kebakaran melalui implementasi pembelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka melalui metode sosialisasi materi, demonstrasi penggunaan APAR, simulasi pemadaman kebakaran, serta praktik langsung peserta menggunakan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, observasi keterampilan praktik, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 56,8 menjadi 87,4 atau meningkat sebesar 53,9%. Sebanyak 84,4% peserta mampu menggunakan APAR secara mandiri sesuai prosedur, sedangkan tingkat kepuasan peserta mencapai 90,6%. Novelty kegiatan ini terletak pada integrasi pembelajaran K3 dengan simulasi praktik kontekstual di lingkungan kampus yang tidak hanya berfokus pada penggunaan APAR, tetapi juga pada penanganan awal kebakaran menggunakan media sederhana sebagai bentuk mitigasi darurat. Luaran kegiatan berupa meningkatnya kompetensi kesiapsiagaan kebakaran sivitas akademika, tersusunnya model pelatihan K3 berbasis praktik, serta penguatan budaya keselamatan kerja di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis simulasi efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kampus.