p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN SISWA SMA TARSISIUS 1 JAKARTA Henny Wirianata; Annastasha Geraldine; Cordelia Stella Chandra
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37249

Abstract

Business owners need to understand financial literacy to run their businesses and operations, including knowledge of trading company accounting. Trading company owners and management need to have a sufficient understanding of inventory recording and management because inventory is a company's primary asset. Users of financial statements will view financial information, including inventory, in the financial statements to assess company performance, which ultimately forms the basis for decision-making. This Community Engagement Program (PKM) activity was conducted to improve financial literacy for students of SMA Tarsisius 1 Jakarta through training on trading company accounting. This activity uses learning methods, discussion sessions, and quizzes. The training was held online on Wednesday, September 3, 2025, and lasted 90 minutes. The training materials covered the definition and characteristics of trading companies, inventory valuation methods, and inventory recording systems in trading companies. Based on the training activities that have been implemented and the high enthusiasm of the students participating in the training, as reflected in the quiz results and questionnaire responses, it can be concluded that this program has had a positive impact on improving student understanding. The training activities not only increase participants' knowledge and financial literacy but also motivate them to learn more about accounting. Para pelaku usaha dan pemilik perusahaan perlu memiliki literasi keuangan dalam menjalankan bisnis dan operasional perusahaan, seperti pengetahuan tentang akuntansi perusahaan dagang. Pemilik dan manajemen perusahaan dagang perlu memiliki pemahaman memadai tentang pencatatan dan pengelolaan persediaan karena persediaan merupakan aset utama perusahaan dagang. Para pengguna laporan keuangan akan melihat informasi keuangan termasuk persediaan di dalam laporan keuangan guna menilai kinerja perusahaan yang pada akhirnya akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi siswa SMA Tarsisius 1 Jakarta dalam bentuk pelatihan tentang akuntansi perusahaan dagang. Kegiatan PKM ini menggunakan metode pelaksanaan pembelajaran, sesi diskusi, dan kuis. Pelatihan dilaksanakan pada hari Rabu, 3 September 2025 secara daring (online) dengan durasi 90 menit. Materi pelatihan mencakup definisi dan ciri-ciri perusahaan dagang, metode penilaian persediaan, dan sistem pencatatan persediaan pada perusahaan dagang. Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah terlaksana serta antusiasme tinggi dari siswa peserta pelatihan, yang terlihat melalui hasil kuis maupun tanggapan kuesioner, dapat disimpulkan bahwa program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Kegiatan pelatihan tidak hanya menambah pengetahuan dan literasi keuangan bagi peserta, tetapi juga mampu memotivasi siswa untuk mempelajari lebih dalam tentang akuntansi.
PROSES PRODUKSI DAN INOVASI RASA MAKANAN RINGAN LEKKER DALAM BISNIS SALTY LEKKER Charlene Gabriella; Henny Wirianata
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37296

Abstract

Through this activity, Untar Team developed an innovative snack under the brand Salty Lekker. This product innovation emerged as a response to the market’s monotony, where lekker products are mostly sweet, dominated by chocolate, cheese, or fruit sauces, causing market saturation and reduced competitiveness. The project aimed to introduce savory and spicy flavors, using wheat and gluten-free flour as healthier alternatives. The process involved planning, execution, evaluation, and reporting. Three new variants were created, which are Spicetoon Lekker (spicy shredded tuna), Chezzy Lekker (bolognese sauce with mozzarella), and Mozzaroni Lekker (bolognese sauce, mozzarella, and beef pepperoni). Challenges arose from dough consistency, limited sales locations, and lower second pre-order demand. Still, the first pre-order, on 27–30 September 2025, achieved over 60 orders, with positive feedback praising the savory innovation. Overall, this project proved that introducing savory-spicy flavors, using gluten-free ingredients, and applying sustainability strategies can boost competitiveness, create business opportunities, and promote healthier consumption habits. Pada kegiatan kali ini, salah satu tim kewirausahaan Untar menghasilkan sebuah inovasi produk makanan ringan dengan merek Salty Lekker. Inovasi ini dilakukan karena varian rasa lekker yang beredar di pasaran umumnya masih bersifat monoton, yaitu didominasi oleh rasa manis seperti cokelat, keju, dan saus dari buah-buahan, sehingga menyebabkan kejenuhan pasar serta menurunnya daya saing produk sejenis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan lekker dengan varian rasa asin dan pedas yang masih jarang dijumpai di masyarakat, serta memanfaatkan dua jenis bahan dasar, yaitu tepung terigu dan tepung bebas gluten sebagai alternatif yang lebih sehat. Tahapan dalam kegiatan ini terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan laporan. Melalui kegiatan ini, berhasil diciptakan tiga varian rasa baru dalam makanan ringan lekker, yaitu Spicetoon Lekker (tuna suwir pedas), Chezzy Lekker (saus bolognese dan keju mozzarella), dan Mozzaroni Lekker (saus bolognese, keju mozzarella, dan potongan pepperoni sapi), yang memberikan alternatif cita rasa asin dan pedas yang masih jarang dijumpai di pasaran. Selama proses produksi, tim menghadapi beberapa kendala, antara lain ketidakseimbangan komposisi adonan, keterbatasan lokasi penjualan, serta penurunan jumlah pesanan pada periode pre-order kedua. Meskipun demikian, capaian positif ditunjukkan melalui pre-order pertama pada 27-30 September 2025, yang berhasil memperoleh lebih dari 60 pesanan, dan terdapat beberapa konsumen yang memberikan pendapat bahwa inovasi varian rasa pada makanan ringan lekker cukup lezat dan gurih. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan inovasi rasa asin dan pedas, pemanfaatan bahan bebas gluten, dan penerapan strategi keberlanjutan mampu meningkatkan daya saing produk, membuka peluang usaha, serta mendorong pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.