Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRATEGI INOVASI PRODUK DAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PRODUK UMKM BITESCAPE-LLONI Aurelia Janet Kwelju; Viriany
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37304

Abstract

MSMEs play a crucial role in the national economy as they absorb a large workforce, drive the growth of the creative industry, and contribute significantly to Gross Domestic Product (GDP). However, in the era of digitalization and increasingly fierce market competition, MSMEs are required to innovate to remain relevant and competitive. This study aims to examine the effectiveness of implementing product innovation and digital marketing strategies in increasing sales at BITESCAPE-LLONI MSMEs. Through PKM activities, BITESCAPE-LLONI developed an innovative product called Cannelloni Dessert Roll, an adaptation of pasta dishes, which are generally main dishes, into sweet desserts with various contemporary flavors such as Matcha, Cookies & Cream, Taro, Klepon, and Yogurt & Honey. This strategy is combined with the implementation of digital marketing through the use of social media Instagram and WhatsApp to build brand awareness, introduce products, and expand market reach efficiently. The implementation methods include market research, product development, digital promotional content creation, and a pre-order sales system. The results of the activity showed a 137.5% increase in sales compared to the initial target, demonstrating the effectiveness of combining product innovation and digital marketing in strengthening the market position of MSMEs. Therefore, businesses need to continue to innovate sustainably and optimize digital media to maintain business sustainability and increase competitiveness in the digital industry era. UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mendorong pertumbuhan industri kreatif, serta berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di era digitalisasi dan persaingan pasar yang semakin ketat, UMKM dituntut untuk berinovasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan strategi inovasi produk dan digital marketing dalam meningkatkan penjualan pada UMKM BITESCAPE-LLONI. Melalui kegiatan PKM, BITESCAPE-LLONI mengembangkan produk inovatif bernama Cannelloni Dessert Roll, yaitu adaptasi hidangan pasta yang umumnya merupakan makanan utama menjadi dessert manis dengan berbagai varian rasa kekinian seperti Matcha, Cookies & Cream, Taro, Klepon, serta Yogurt & Honey. Strategi ini dikombinasikan dengan penerapan digital marketing melalui pemanfaatan media sosial Instagram dan WhatsApp untuk membangun brand awareness, memperkenalkan produk, dan memperluas jangkauan pasar secara efisien. Metode pelaksanaan mencakup riset pasar, pengembangan produk, pembuatan konten promosi digital, dan sistem penjualan pre-order. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan penjualan sebesar 137,5% dari target awal, yang membuktikan bahwa kombinasi inovasi produk dan pemasaran digital efektif dalam memperkuat posisi UMKM di pasar. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu terus melakukan inovasi berkelanjutan serta optimalisasi media digital guna menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan daya saing di era industri digital.
ANALISIS KETERTARIKAN KONSUMEN TERHADAP INOVASI VARIAN RASA DAN TAMPILAN VISUAL PADA DESSERT BITESCAPE-LLONI Isuan Jayanti; Viriany
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37333

Abstract

The culinary industry in Indonesia has experienced rapid growth in recent years, particularly in the contemporary dessert segment, which is popular among young people. This trend is driven by increasing public interest in culinary products that are not only delicious but also visually appealing and aesthetically pleasing. Numerous dessert businesses have emerged in Indonesia, both local brands and adaptations of foreign businesses, demonstrating the significant potential for developing the creative economy in the culinary sector. One such innovation is the Cannelloni Dessert Roll from Bitescape-Lloni, which combines distinctive flavors with modern and appealing visuals. This study used descriptive qualitative methods to understand in-depth how innovative flavor variants and visual appearance can influence consumer interest in contemporary dessert products. Through observations and interviews with consumers at sales locations, it was found that the balance of sweet and savory flavors in this dessert is a key factor in attracting consumer interest and satisfaction. Furthermore, the product's aesthetic and playful visual appearance, from packaging design to presentation, contributes to strengthening emotional appeal and perceptions of product quality. Based on the analysis results, it can be concluded that the combination of innovative flavor variants and attractive visual appearance plays an important role in increasing consumer appeal, strengthening brand image, and creating opportunities for sustainable business development in the contemporary dessert industry. Perkembangan industri kuliner di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada segmen dessert kekinian yang banyak digemari oleh kalangan muda. Tren ini dapat terjadi karena meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kuliner yang tidak hanya lezat dari segi rasa, tetapi juga memiliki tampilan visual yang menarik dan estetik. Banyak usaha dessert yang mulai bermunculan di Indonesia, baik dari merek lokal maupun adaptasi usaha luar negeri, yang menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif di sektor kuliner. Salah satu inovasi yang muncul adalah produk Cannelloni Dessert Roll dari Bitescape-Lloni, yang menggabungkan cita rasa khas dengan visual modern dan menarik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam bagaimana inovasi varian rasa dan tampilan visual dapat memengaruhi ketertarikan konsumen terhadap produk dessert kekinian. Melalui observasi dan wawancara dengan konsumen di lokasi penjualan, ditemukan bahwa keseimbangan cita rasa manis dan gurih pada dessert ini menjadi faktor utama dalam menarik minat dan kepuasan konsumen. Selain itu, tampilan visual produk yang estetik dan lucu, mulai dari desain kemasan hingga bentuk penyajian berkontribusi dalam memperkuat daya tarik emosional dan persepsi kualitas produk. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kombinasi antara inovasi varian rasa dan tampilan visual yang menarik berperan penting dalam meningkatkan daya tarik konsumen, memperkuat citra merek, serta menciptakan peluang pengembangan usaha yang berkelanjutan di industri dessert kekinian.
PELATIHAN DI SMA DAERAH JAKARTA PUSAT BUKU BESAR DAN NERACA SALDO PADA PERUSAHAAN JASA Viriany; Wieleycia Terence; Erica; Melvin Vanwi Goenawan
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37536

Abstract

The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program is a policy issued by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia. One of the MBKM activities being undertaken is teaching assistance outside the campus. This program provides an opportunity for students to gain teaching experience, one of which is by teaching at the Senior High School level. This assistance program is conducted at SMA Tarsisius 1, teaching extracurricular activities for grades X, XI, and XII, focusing on material related to the general ledger and trial balance. The selection of SMA Tarsisius 1 as a partner was made because students still have limited understanding of the general ledger and trial balance. This is due to their difficulty in distinguishing the function of each account and making mistakes in classifying accounts as debit or credit. To address this issue, the team will focus on delivering structured material that aligns with the accounting cycle. The lessons will also be connected to real-life transactions to help students better understand the material. After presenting the material, there will be a question-and-answer session to ensure that the students have a clear understanding of the material presented. Through this training, it is also hoped that students will gain a better understanding of the general ledger and trial balance, enabling them to apply the knowledge and skills they gain in the future. For university students, it is expected that this program will enhance their communication skills, socialization, and the ability to share knowledge on lessons learned during their studies. With this program, it is hoped that it can improve the quality of the younger generation and help them overcome global challenges. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Program MBKM yang diambil yaitu kegiatan asistensi mengajar di luar kampus. Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mencari pengalaman mengajar, salah satunya dengan mengajar tingkat Sekolah Menengah Atas. Program asistensi ini dilakukan di SMA Tarsisius 1 dengan mengajar kegiatan ekstrakulikuler kelas X, XI, XII dengan mengajarkan materi seputar buku besar dan neraca saldo. Pemilihan SMA Tarsisius I sebagai mitra dikarenakan siswa masih kurang paham terkait buku besar dan neraca saldo. Hal ini disebabkan karena sulit membedakan fungsi setiap akun yang ada dan terjadinya kesalahan dalam mengelompokkan akun sesuai debit atau kreditnya. Untuk mengatasi masalah, ini tim akan lebih berfokus pada penyampaian materi yang telah dibuat sebelumnya dengan terstruktur sesuai siklus akuntansi. Pembelajaran juga akan dikaitkan dengan transaksi yang terjadi sehari-hari agar siswa/i lebih memahami materi. Setelah memaparkan materi, akan ada sesi tanya jawab untuk memastikan siswa/i sudah memahami dengan baik materi yang telah disampaikan. Melalui pelatihan ini juga, diharapkan siswa/i dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait buku besar dan neraca saldo sehingga ilmu dan kemampuan yang didapat dapat dimanfaatkan ke depannya. Bagi mahasiswa, diharapkan dengan adanya program ini bisa menambah keterampilan dalam berkomunikasi , bersosialisasi dan berbagi ilmu mengenai pelajaran yang sudah dipelajari selama perkuliahan. Dengan adanya program ini, diharapkan bisa meningkatkan generasi muda yang berkualitas dan dapat mengatasi tantangan global.
PELATIHAN PEMBUATAN JURNAL UMUM PERUSAHAAN JASA DI SEKOLAH DAERAH JAKARTA BARAT Viriany; Wieleycia Terence; Erica; Melvin Vanwi Goenawan
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37684

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) is a policy issued by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia to provide university students with opportunities to develop innovative and adaptive learning experiences in various regions. One of the selected MBKM activities is teaching assistance in educational units, particularly at the junior high school level. This teaching activity was conducted at SMP Katolik Ricci 1 for Grade VIII students, consisting of 23 learners. The program started in October and was held every Monday from 08:20 to 09:40 WIB. The learning process focused on introducing basic accounting materials, especially the preparation of general journals. The lessons began with theoretical explanations followed by practical exercises in journal preparation so that students could understand the logic before practicing independently. During the learning sessions, the instructor used simple and understandable language while creating a warm and interactive classroom atmosphere to encourage students to ask questions openly. Throughout the program, students demonstrated high enthusiasm toward the material being taught. Although several students initially experienced difficulties in understanding basic accounting concepts, they gradually improved through open discussions and guided practice. This activity is expected to motivate students to study more diligently and gain new knowledge in accounting. At the same time, the university student obtained valuable teaching experience and practical skills in education. Overall, the MBKM program contributes to developing insightful and critical-thinking future generations who are ready to face modern societal changes and educational challenges. Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan proses pembelajaran yang inovatif dan adaptif di berbagai daerah. Kegiatan MBKM yang dipilih adalah kegiatan asistensi mengajar di satuan pendidikan khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan mengajar di satuan pendidikan dilaksanakan di SMP Katolik Ricci 1 dengan mengajar kelas VIII dengan murid yang berjumlah 23 orang yang mulai dari bulan Oktober yang diselenggarakan setiap hari Senin pukul 08.20-09.40 WIB. Proses pembelajaran dimulai dengan memaparkan materi seputar dasar-dasar akuntansi, seperti pembuatan jurnal umum. Materi yang dipaparkan diawali dengan penjelasan teori dan dilanjutkan pembuatan jurnal agar siswa/i memahami logika sebelum pembuatan jurnal umum. Selama proses berlangsung, pengajar semaksimal mungkin menjelaskan materi dengan bahasa yang mudah dimengerti dan menciptakan suasana yang hangat agar siswa/i tidak sungkan untuk bertanya. Selama proses pembelajaran, siswa/i menunjukkan antusiasme yang tinggi terkait materi dalam mengikuti materi. Walaupun ada beberapa siswa/i yang kesulitan dalam memahami konsep dasar, namun secara bertahap siswa/i tersebut mulai memahami karena pengajar membuka sarana untuk berdiskusi bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa/i mendapatkan motivasi untuk giat belajar dan memperoleh pengetahuan baru di bidang akuntansi dan mahasiswa juga mendapatkan pengalaman baru dalam dunia pendidikan dengan mengajar ke sekolah-sekolah untuk memaparkan materi yang didapat selama masa perkuliahan. Program MBKM ini menjadi kesempatan berharga untuk menciptakan generasi bangsa yang berwawasan serta mampu berpikir kritis terhadap perkembangan zaman.
PELATIHAN PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN AKHIR TAHUN SESUAI DENGAN PP NOMOR 58 TAHUN 2023 Viriany; Amadeus Melvin Suteja; Vinsensius Sevio Sanjaya
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37210

Abstract

Taxes are a crucial source of revenue used to fund both routine and non-routine government expenditures. The financial development and sustainability of a country are greatly influenced by effective tax collection. In recent years, the government has actively introduced and revised various tax regulations to improve efficiency and optimize revenue. One of the most significant recent updates is related to Article 21 Income Tax (PPh 21), which concerns income earned by individuals. Companies are obligated to withhold PPh 21 from employees’ salaries or wages and report it accordingly. At the beginning of 2024, the government issued Peraturan Pemerintah (PP) No. 58 of 2023, which regulates the calculation and withholding of PPh 21. This new regulation introduces a more straightforward mechanism by applying a Tingkat Efektif Rata-rata (TER) or Average Effective Rate table for monthly income. The use of TER aims to simplify tax calculations, improve compliance, and ensure fairer tax obligations for individual taxpayers. In response to this regulatory change and the need for a deeper understanding among businesses, we conducted a training session in October 2024 for our PKM (Community Service Program) partner. This initiative aims to enhance tax literacy and ensure accurate implementation of the new rules. The project also produces two key outcomes: a publication in the Serina proceedings and an Intellectual Property (HKI) filing. ABSTRAK Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang sangat penting dalam membiayai pengeluaran rutin maupun non rutin pemerintah. Pembangunan dan kemajuan pada suatu negara sangat dipengaruhi oleh pemasukan dari sektor pajak. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara melalui revisi dan penerbitan berbagai peraturan perpajakan baru. Salah satu regulasi terbaru yang cukup signifikan adalah terkait Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21. PPh pasal 21 merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan orang pribadi, seperti gaji, upah, honorarium, dan pembayaran lainnya. Setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk memotong PPh Pasal 21 dari penghasilan karyawannya. Pada awal tahun 2024, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2023 yang mengatur tarif pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima melalui pekerjaan, jasa, atau kegiatan lain oleh wajib pajak orang pribadi. Peraturan ini memperkenalkan metode penghitungan baru menggunakan tabel TER (Tarif Efektif Rata-rata) yang diterapkan per bulan. Penggunaan TER bertujuan untuk menyederhanakan perhitungan pajak serta meningkatkan kepatuhan dan efisiensi administrasi perpajakan. Untuk membantu mitra PKM memahami perubahan ini, kami menyelenggarakan pelatihan pada bulan Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang tepat tentang skema penghitungan baru. Proyek PKM ini menghasilkan dua luaran: publikasi dalam prosiding Serina dan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).