Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI ASISTENSI MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN JURNAL UMUM DI SMA TARSISIUS II JAKARTA Wieleycia Terence; Merry Susanti
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37328

Abstract

The teaching assistance program in educational institutions is an activity carried out by students to teach in educational units under the guidance of lecturers and teachers, which is one of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) programs. This program aims to improve students' teaching skills, broaden their academic knowledge and experience, and assist schools during the learning process. To achieve these objectives, the Tarumanagara University assistance team initiated an accounting teaching program at Tarsisius II High School in Jakarta. The selection of partners was based on the declining and low level of student interest in accounting, so it is hoped that this program will help increase student enthusiasm and assist students who have difficulty understanding accounting concepts, especially general journals. The learning and teaching process were conducted offline in an interesting, innovative, and interactive way from August to October. These activities included providing in-depth explanations of general journals, giving practice questions as a form of hands-on practice in recording general journals, giving quizzes to assess students' understanding of general journals, and holding question and answer sessions. This program can benefit all parties, especially schools, by increasing students' understanding and interest in accounting material and helping teachers deliver material in new ways. For students, this program can be a means for them to hone their teaching skills and apply accounting knowledge in a practical way. Thus, the assistance program is expected to have a positive impact on improving the quality of education, especially in the field of accounting. Program asistensi mengajar di satuan pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan mahasiswa untuk mengajar di satuan pendidikan di bawah bimbingan dosen dan guru yang merupakan salah satu dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengajar, memperluas wawasan dan pengalaman akademik yang dimiliki, serta membantu pihak sekolah selama proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim asistensi Universitas Tarumanagara menginisiasi program mengajar akuntansi di SMA Tarsisius II Jakarta. Pemilihan mitra didasarkan pada minat siswa terhadap akuntansi yang terus menurun dan tergolong rendah, sehingga terlaksananya program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan antusiasme siswa dan membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep akuntansi secara mendalam terutama jurnal umum. Proses pembelajaran dan pengajaran dilakukan secara luring dengan cara yang menarik, inovatif dan interaktif yang berlangsung selama Agustus hingga Oktober. Kegiatan ini meliputi memberikan penjelasan yang mendalam mengenai jurnal umum, memberikan soal latihan sebagai bentuk praktik langsung dalam mencatat jurnal umum, memberikan soal quiz untuk menilai pemahaman siswa mengenai jurnal umum, dan membuka sesi tanya jawab. Program ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh pihak, terutama pihak sekolah berupa peningkatan pemahaman dan minat siswa terhadap materi akuntansi, dan membantu guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang baru. Bagi mahasiswa, program ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mengajar, dan menerapkan ilmu akuntansi secara praktis. Dengan demikian, program asistensi diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas pendidikan terutama di bidang akuntansi.
ASISTENSI MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN JADA DI SMA BUNDA HATI KUDUS JAKARTA Maria Bernadet Pek; Merry Susanti
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37332

Abstract

In the midst of digital era, the entrepreneurial spirit of the younger generation is growing rapidly. With easy access to technology, many young people are innovating to create new business opportunities. However, despite these advancements, a significant number of students continue to exhibit low levels of financial literacy, particularly in their understanding of the proper preparation of financial statements, which serve as the foundation for systematic financial management. The Teaching Assistantship in Educational Units program, as part of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka initiative, serves as a platform for university students to contribute directly to improving the quality of education by sharing their knowledge with high school students. The financial reports taught to the students in this activity include the income statement, statement of changes in equity, and statement of financial position. This teaching assistantship is conducted at SMA Bunda Hati Kudus Jakarta every Monday from 12.20 p.m. to 2.20 p.m., from August to November of 2025. The participants of this activity are students from class XII-I with a specialization in design. This teaching is based on a project-based learning approach, which is expected to help students gain a deeper understanding of accounting concepts, particularly in preparing financial reports for service-based companies. Through this activity, it is expected that the students of SMA Bunda Hati Kudus Jakarta can use their insights of accounting concepts and financial reporting in their future studies or careers, so that they are prepared to face any financial challenges they might encounter in the future. Di tengah kehidupan era digital, semangat kewirausahaan generasi muda semakin berkembang pesat. Dengan mudahnya akses terhadap teknologi, banyak anak muda yang berinovasi untuk menciptakan peluang bisnis baru. Namun, di balik kemajuan tersebut, masih banyak pelajar yang memiliki tingkat literasi finansial yang rendah, termasuk dalam memahami cara menyusun laporan keuangan secara benar sebagai dasar pengelolaan keuangan secara sistematis. Kegiatan Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan sebuah wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung guna meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagi pengetahuan kepada siswa di sekolah. Laporan keuangan yang diajarkan kepada siswa/i dalam kegiatan ini terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan posisi keuangan. Kegiatan asistensi mengajar ini dilaksanakan di SMA Bunda Hati Kudus Jakarta setiap hari Senin pukul 12.20 – 14.20, sejak bulan Agustus 2025 sampai dengan bulan November 2025. Peserta dari kegiatan ini adalah siswa/i kelas XII-I dengan penjurusan di bidang desain. Pengajaran dilakukan berdasarkan dengan project-based learning yang diharapkan dapat membantu siswa/i agar memahami lebih dalam mengenai konsep akuntansi, terutama pada penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa. Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan siswa/i SMA Bunda Hati Kudus Jakarta dapat menggunakan wawasan mengenai konsep akuntansi dan pelaporan keuangan dalam studi maupun karir mereka selanjutnya sehingga siap untuk menghadapi tantangan keuangan yang mungkin dihadapi di masa depan.
ASISTENSI MENGAJAR PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN JASA DI SMA BUNDA HATI KUDUS Gracia Agatha Widjaja; Merry Susanti
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37251

Abstract

Accounting learning in secondary schools still faces persistent obstacles, especially students’ low interest and limited mastery of concepts. These challenges are largely related to the perception that accounting has little relevance to their field of study and the reliance on conventional lecture-based approaches. To respond to this problem, the Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) program organized a teaching assistance activity at SMA Bunda Hati Kudus from August to November 2025. The primary goal was to strengthen students’ understanding of basic accounting for service companies by applying Project-Based Learning (PjBL). This learning model was carried out through contextual projects that combined theoretical concepts with practical applications, beginning with transaction recording and continuing to the preparation of simple financial statements. Data collection relied on ongoing evaluations, classroom observations, and project outputs. The findings indicated clear improvements in conceptual comprehension, precision in completing accounting cycles, and students’ motivation to learn. Furthermore, the MBKM Teaching Assistance Program created a more engaging classroom atmosphere and fostered essential soft skills such as teamwork and communication among university student mentors. In conclusion, the MBKM teaching assistance program proved effective in enhancing accounting literacy at the high school level, while also highlighting PjBL’s role as an innovative instructional strategy and strengthening collaboration between schools and universities. Pembelajaran akuntansi di sekolah menengah masih menghadapi berbagai kendala, khususnya rendahnya minat serta keterbatasan pemahaman siswa terhadap konsep dasar. Hal ini berkaitan dengan anggapan bahwa akuntansi kurang relevan dengan bidang mereka serta pola pengajaran yang masih didominasi metode ceramah teoretis. Untuk menjawab tantangan tersebut, program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) melaksanakan kegiatan asistensi mengajar di SMA Bunda Hati Kudus pada Agustus hingga November 2025. Tujuan utamanya adalah memperkuat pemahaman siswa terhadap akuntansi dasar perusahaan jasa melalui penerapan Project-Based Learning (PjBL). Model ini dilaksanakan dengan proyek kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Data diperoleh melalui evaluasi berkelanjutan, observasi kelas, serta hasil proyek yang dikerjakan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang nyata dalam pemahaman konsep, ketelitian dalam menyelesaikan siklus akuntansi, serta motivasi belajar. Selain itu, program Asistensi Mengajar turut menciptakan suasana kelas yang lebih partisipatif dan mendorong pengembangan keterampilan komunikasi maupun kolaborasi mahasiswa pendamping. Kesimpulannya, program asistensi mengajar MBKM terbukti efektif dalam meningkatkan literasi akuntansi di tingkat sekolah menengah, sekaligus menegaskan potensi PjBL sebagai pendekatan pembelajaran inovatif serta memperkuat sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi.