Mental health issues are experiencing a significant upward trend among adolescents (Gen Z). Minister of Health stated that 1 in 10 Gen Z members experience mental health disorders. Data from Indonesia Nation Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) states that 1 in 20 Gen Z. One of these mental health disorders is eco-anxiety. Eco-anxiety has become a phenomenon in many countries such as the UK, Brazil, and Philippines. Eco-anxiety phenomenon is further exacerbated by its spread through social media with doomscrolling techniques. Therefore, it is necessary to strengthen mental health among Gen Z to provide awareness about eco-anxiety so that they can build resilience against current ecological crisis. Social Service team from Untar Faculty of Law (PKM team) will conduct a socialization activity with topic "strengthening mental health for Gen Z in preventing and overcoming eco-anxiety." The activity will be held at SMA Negeri 17 Jakarta, attended by students and teachers. The delivery of the substance is carried out through a lecture using PowerPoint followed by a Q&A session. Phenomenon of eco-anxiety is a sociopsychological symptom characterized by worry, fear, and depression regarding climate change and environmental disturbances that affect life and a lack of constructive action. Causative factors are due to personal experience, social norms, and the role of social media. The impact is emotional, behavioral, cognitive, physical, and social changes. Approaches to overcome eco-anxiety can be positive and negative. The implementation of this PKM shows a significant increase in student awareness so that similar activities are carried out as a collective effort. Masalah kesehatan mental mengalami tren kenaikan yang signifikan khususnya di kalangan remaja dan dewasa awal (kelompok generasi Z). Menteri Kesehatan menyatakan 1 dari 10 Gen Z mengalami gangguan kesehatan mental. Data Indonesia Nation Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menyatakan 1 dari 20 Gen Z mengalami gangguan mental. Salah satu gangguan kesehatan mental berupa kecemasan lingkungan (eco-anxiety). Eco-anxiety telah menjadi fenomena yang terjadi dibanyak negara seperti Inggris, Brazil, Filipina. Fenomena eco-anxiety semakin diperparah dengan penyebarannya melalui media sosial dengan teknik doomscrolling. Atas dasar tersebut, perlu adanya penguatan kesehatan mental dikalangan generasi Z untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran mengenai eco-anxiety sehingga mampu membentuk daya tahan (resiliensi) terhadap krisis ekologi yang terjadi. Dengan maksud tersebut, Tim PKM FH Untar akan melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan topik “penguatan kesehatan mental bagi Gen Z dalam mencegah dan mengatasi eco-anxiety. Kegiatan PKM akan dilaksanakan di SMA Negeri 17 Jakarta yang diikuti oleh para pelajar dan guru. Penyampaian substansi dilakukan melalui ceramah menggunakan powerpoint dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Fenomena eco-anxiety merupakan gejala sosiopsikologis yang ditandai rasa khawatir, takut, dan depresi terhadap perubahan iklim dan gangguan lingkungan yang mempengaruhi kehidupan dan kekurangan tindakan konstruktif. Faktor penyebabnya karena pengalaman pribadi, norma sosial, dan peranan media sosial. Dampaknya berupa perubahan emosional, perilaku, kognitif, fisik, dan sosial. Pendekatan untuk mengatasi eco-anxiety dapat berupa pendekatan positif dan negative. Pelaksanaan PKM ini menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kesadaan para pelajar sehingga kegiatan serupa perlu dilakukan sebagai upaya kolektif.