Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Self Efficacy dan Student Engagement Terhadap Learning Outcomes Mahasiswa Magister PJJ Manajemen Universitas Ciputra Surabaya Endi Sarwoko; Hastuti Naibaho
Media Manajemen Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v9i1.22251

Abstract

: Online learning, especially distance education, aims to provide broader opportunities for the community to pursue higher education. Although the quality standards for the implementation of distance education are the same as the curriculum of the organizing study programs, there is still debate over whether the learning outcomes and the quality of graduates are the same as regular study programs, considering that all learning activities are conducted online. The research aims to obtain empirical evidence of the role of self-efficacy and student engagement on learning outcomes in the implementation of distance learning, as well as to analyze the role of student engagement as a mediator of the influence of self-efficacy on learning outcomes. The research uses a quantitative method with a survey on active students of the distance learning management master's program at Universitas Ciputra Surabaya. Data were collected using an online questionnaire, and the data were analyzed with PLS-SEM. The research results revealed that learning outcomes in the implementation of distance learning are determined by self-efficacy and student engagement. Self-efficacy not only has a direct impact on learning outcomes but also enhances student engagement, which in turn contributes to learning outcomes. The research is relevant to the Social Cognitive Theory, which posits that individual behavior is the result of the interaction between personal factors, behavior, and the environment. Additionally, the research has implications for the importance of increasing student engagement in the online learning process, starting from curriculum design, semester learning plans, and learning activities.
Pengaruh Hope, Self-Efficacy, dan Resilience Terhadap Safety Behavior melalui Work Engagement pada Industri Manufaktur Yunni Nidiya; Charly Hongdiyanto; Hastuti Naibaho
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.11474

Abstract

Dalam industri pengolahan kaca, keselamatan kerja tidak hanya berbicara tentang perlindungan karyawan, tetapi berbicara juga tentang kelancaran produksi, kualitas produk, efisiensi biaya, dan kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan. Pada lingkungan kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi, satu faktor yang menentukan keberhasilan operasional perusahaan salah satunya adalah perilaku keselamatan karyawan. Oleh karena itu, faktor individu dan tingkat keterlibatan karyawan terhadap pekerjaan perlu dipahami untuk mendukung terciptanya perilaku kerja yang aman. Oleh karena itu penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh Hope, Self-efficacy, dan Resilience terhadap Safety Compliance dan Safety Participation melalui Work Engagement pada karyawan PT Prakatama Kreasi Unilindo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 150 karyawan operasional. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hope dan Self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Engagement. Hope juga berpengaruh positif terhadap Safety Compliance, sedangkan Self-Efficacy berpengaruh positif terhadap Safety Compliance dan Safety Participation. Sebaliknya, Resilience tidak menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap Work Engagement maupun kedua dimensi perilaku keselamatan kerja. Pada penelitian ini ditemukan juga bahwa Work Engagement berperan dalam menjelaskan hubungan antara Hope dan Self-Efficacy dengan perilaku keselamatan kerja, namun tidak mampu menjelaskan hubungan antara Resilience dan perilaku keselamatan kerja. Penelitian ini mengembangkan model Saleem et al. (2022) dengan memisahkan psychological capital menjadi tiga dimensi, yaitu Hope, Self-Efficacy, dan Resilience, serta membedakan safety behavior menjadi Safety Compliance dan Safety Participation. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada industri manufaktur berisiko tinggi, perilaku keselamatan kerja lebih dipengaruhi oleh keyakinan terhadap kemampuan diri, kejelasan tujuan kerja, dan keterlibatan karyawan terhadap pekerjaannya dibandingkan kemampuan bertahan dalam menghadapi tekanan kerja.