Transportasi jalan merupakan salah satu sumber utama pencemaran udara di kawasan perkotaan, termasuk pada kawasan sekitar institut pendidikan yang terintegrasi dengan sistem transportasi kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi emisi karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan sulfur oksida (SOx) dari aktivitas transportasi jalan terhadap beban lingkungan perkotaan di sekitar kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Data diperoleh melalui survei traffic counting pada periode weekday dan weekend, dihitung menggunakan pendekatan beban emisi dan dikonversi menjadi konsentrasi beban emisi berdasarkan jumlah kendaraan, panjang ruas jalan, dan faktor emisi. Hasil menunjukkan konsentrasi CO tertinggi terjadi pada weekday pagi sebesar 76.045,56 µg/m³, NOx tertinggi pada weekend sore sebesar 5.654,95 µg/m³, dan SOx tertinggi pada weekend sore sebesar 398,79 µg/m³. Konsentrasi CO dan NOx pada seluruh periode pengamatan melampaui baku mutu udara ambien berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, sedangkan SOx melampaui baku mutu pada periode weekday pagi dan weekend sore. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transportasi jalan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan beban pencemaran udara dan kualitas udara ambien di kawasan kampus sebagai bagian dari sistem perkotaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian emisi untuk mendukung pengelolaan kualitas udara yang berkelanjutan.Kata kunci: beban emisi, kualitas udara ambien, transportasi jalan