Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Identifikasi Pengenalan Tanda Tangan Menggunakan Algoritma Backpropagation dan GLCM (Grey Level Co-Occurrence Matrix) Dea Alya; Lailan Sofinah Harahap; Dodyk Fahlome
Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer Vol 11 No 1 (2026): Vol 11 No 1 - 2026
Publisher : STIMIK Bina Bangsa Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51717/simkom.v11i1.1215

Abstract

Tanda tangan adalah salah satu biometrik berbasis perilaku yang sering digunakan dalam proses autentikasi. Namun, berbagai jenis tanda tangan menyebabkan proses identifikasi menjadi kompleks, sehingga memerlukan penggunaan teknologi komputer yang baik. Studi ini dibuat sebagai upaya untuk menganalisis tanda tangan yang dimiliki oleh pemilik tanda tangan berdasarkan tekstur citra menggunakan metode ekstraksi Grey Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan klasifikasi Backpropagation. Empat fitur GLCM (contrast, correlation, energy, homogeneity) dihitung dalam empat arah (0°, 45°, 90°, 135°). Data terdiri dari sekitar 80 data dari 4 kelas, dibagi menjadi 20 data uji dan 60 data latih. Pengujian dilakukan lima kali untuk setiap konfigurasi neuron guna memperoleh hasil rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konfigurasi lapisan tersembunyi dengan 50 neuron memberikan kinerja terbaik dengan akurasi rata-rata sekitar 80%. Meningkatkan jumlah neuron cenderung mengurangi akurasi karena kemungkinan overfitting. Meskipun demikian, kombinasi GLCM dan Backpropagation dapat mengidentifikasi tanda tangan dengan cukup baik.
IMPLEMENTASI METODE WATERFALL DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI REKRUTMEN ASISTEN LABORATORIUM ILMU KOMPUTER BERBASIS WEB Kaka Davi Dharmawan; Dodyk Fahlome; Said Arrahman; Dea Alya; Nazwa Aliya Muthmainnah Hasibuan; Naina Nazwa Hasibuan; Mila wati; Tiara Bela Harahap; Salsabila Mahfuza; Ilka Zufria
Syntax : Journal of Software Engineering, Computer Science and Information Technology Vol 6, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/syntax.v6i2.7183

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong institusi pendidikan untuk mengadopsi sistem administrasi yang lebih efisien dan terintegrasi. Proses rekrutmen asisten laboratorium di Program Studi Ilmu Komputer sebelumnya dilakukan secara manual melalui Google Form dan via WhatsApp, yang mengakibatkan data yang tidak teratur, sulitnya mengetahui status seleksi, serta keterlambatan rekapitulasi laporan akhir. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi rekrutmen asisten laboratorium berbasis web menggunakan metode Waterfall. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan rekrutmen dari sisi admin sebesar 66,67%, dengan waktu rekapitulasi nilai berkurang dari rata-rata tiga hari menjadi satu hari, serta mengurangi beban kerja administratif secara signifikan melalui otomasi proses. Dari sisi pendaftar, efisiensi proses pendaftaran dan pelacakan status meningkat sekitar 50% dibanding metode sebelumnya, berkat integrasi fitur pendaftaran akun, unggah dokumen, dan pemantauan status secara real-time. Sistem ini terbukti mempercepat alur seleksi, meminimalkan risiko duplikasi data, serta meningkatkan transparansi informasi bagi semua pihak yang terlibat.
PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK SEGMENTASI PENGGUNA DISCORD BERDASARKAN POLA PENGGUNAAN DAN TINGKAT KEPUASAN Dea Alya; Tiara Bela Harahap; Salsabila Mahfuza; Naina Nazwa Hasibuan; Mhd. Furqan
Syntax : Journal of Software Engineering, Computer Science and Information Technology Vol 7, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/syntax.v7i1.9019

Abstract

Abstrak—Discord merupakan platform komunikasi digital yang digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti komunitas, hiburan, pembelajaran, dan komunikasi daring. Perbedaan pola penggunaan Discord menyebabkan munculnya karakteristik pengguna dan tingkat kepuasan yang berbeda sehingga diperlukan proses segmentasi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan segmentasi pengguna Discord menggunakan metode K-Means Clustering berdasarkan pola penggunaan dan tingkat kepuasan pengguna. Dataset penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring kepada 200 responden. Proses penelitian meliputi preprocessing data, pengujian reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha, transformasi data, normalisasi menggunakan StandardScaler, penentuan jumlah cluster menggunakan Elbow Method, serta evaluasi model menggunakan Silhouette Score. Seluruh proses pengolahan data dilakukan menggunakan Google Colab berbasis Python. Hasil pengujian reliabilitas memperoleh nilai Cronbach Alpha sebesar 0,861 yang menunjukkan bahwa data penelitian memiliki tingkat konsistensi yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cluster optimal diperoleh pada K=2 dengan nilai Silhouette Score sebesar 0,33. Hasil clustering berhasil membagi pengguna Discord ke dalam dua kelompok utama, yaitu kelompok pengguna aktif dengan frekuensi penggunaan, interaksi sosial, dan tingkat kepuasan yang tinggi serta kelompok pengguna moderat dengan frekuensi penggunaan dan tingkat kepuasan yang relatif lebih rendah. Visualisasi menggunakan Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan persebaran cluster yang cukup baik.Kata Kunci— Discord, K-Means Clustering, Segmentasi Pengguna, Silhouette ScoreAbstract—Discord is a digital communication platform used for various purposes such as community activities, entertainment, learning, and online communication. Differences in Discord usage patterns lead to varying user characteristics and satisfaction levels, making user segmentation necessary. This study aims to segment Discord users using the K-Means Clustering method based on usage patterns and user satisfaction levels. The research dataset was obtained through an online questionnaire distributed to 200 Discord users. The research process included data preprocessing, reliability testing using Cronbach Alpha, data transformation, normalization using StandardScaler, determining the optimal number of clusters using the Elbow Method, and model evaluation using the Silhouette Score. All data processing was conducted using Python-based Google Colab. The reliability test obtained a Cronbach Alpha value of 0.861, indicating that the research data had good consistency. The results showed that the optimal number of clusters was obtained at K=2 with a Silhouette Score of 0.33. The clustering process successfully divided Discord users into two main groups, namely active users with high usage frequency, social interaction, and satisfaction levels, and moderate users with relatively lower usage frequency and satisfaction levels. Visualization using Principal Component Analysis (PCA) showed a fairly good distribution of the clusters.Keywords— Discord, K-Means Clustering, User Segmentation, Silhouette Score
Classification of Film Genres Based on Synopsis Using Support Vector Machine (SVM) Method with TF-IDF and N-Gram Rita Novita Sari; Dea Alya; Dodyk Fahlome
CSRID (Computer Science Research and Its Development Journal) Vol. 18 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/csrid-.18.2.2026.381-394

Abstract

With the wide variety of film genres available, audiences often face difficulties in determining a movie’s genre solely based on its synopsis. Therefore, an automated system is needed to classify movie genres effectively. This study aims to classify movie genres based on film synopses using the Support Vector Machine (SVM) method combined with TF-IDF and N-Gram feature extraction techniques. The dataset used in this research was obtained from Kaggle and consisted of 10,000 movie records with multi-label characteristics, which were subsequently transformed into Single-label data. Four main genres were selected, namely Action, Comedy, Drama, and Horror, resulting in a final dataset of 6,000 records. The research process included data preparation, text preprocessing, TF-IDF feature extraction using unigram and bigram models, data splitting, and model evaluation. All data processing procedures were carried out in Google Colab using the Python programming language. The evaluation results indicate that the SVM model with a linear kernel achieved an accuracy of 83%. The Horror genre demonstrated the best performance, with a precision value of 91%, recall of 92%, and F1-score of 92%. These findings suggest that the combination of TF-IDF, N-Gram, and SVM provides satisfactory results for movie genre classification based on film synopses.
Keamanan Surat Masuk Menggunakan Enkripsi AES-128 dengan Verifikasi Kode QR di Inspektorat Provinsi Sumatera Utara Dodyk Fahlome; Dea Alya
Jurnal Media Teknik Elektro dan Komputer Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Media Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Yayasan Pendidikan Al-Yasiriyah Bersaudara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65371/metrokom.v2i2.129

Abstract

Incoming mail security is essential for maintaining information integrity within the North Sumatra Provincial Inspectorate. This study developed a mail metadata security system using the AES-128 algorithm as the encryption mechanism and QR Code as a verification medium. The encryption input consists of mail metadata representing document identity, including sender, receiver, document number, and message description, which are concatenated, converted into 128-bit blocks, and encrypted through ten rounds of AES-128 transformation. The resulting ciphertext is generated from the encrypted metadata output, transformed into a binary bitstream, and encoded into a QR Code to support secure distribution and authenticity validation. System performance stability was evaluated through Black Box testing of functional components, while encryption accuracy was validated through repeated encryption–decryption trials on multiple metadata samples. The results show that the system can generate valid ciphertext, accurately restore metadata, and provide a QR Code–based verification mechanism for government mail management.