Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Membangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Ekosistem Halal Value Chain: Studi Integratif Di Sektor Pertanian dan UMKM Nursyafika Fika; Muhammad Rasyad Al Fajar; Muhammad Zia Ulhaq
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2049

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pembentukan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penerapan ekosistem Halal Value Chain (HVC) yang mengintegrasikan sektor pertanian dan UMKM di Desa Renda, Kabupaten Bima, serta menilai kontribusinya terhadap kemandirian ekonomi inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus integratif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi yang melibatkan pelaku UMKM, petani mitra, pengurus koperasi syariah, petugas sertifikasi halal, serta pemangku kebijakan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem HVC berkembang sejak 2022 melalui inisiatif Koperasi Syariah Al-Madinah sebagai penghubung antara 45 petani binaan dan 12 UMKM bersertifikat halal. Implementasi HVC meningkatkan rata-rata pendapatan petani mitra dan UMKM bersertifikat masing-masing sebesar 40%, menambah jumlah UMKM bersertifikat hingga 650%, serta memperluas akses pasar mencapai 300%. Selain itu, HVC mendorong terbentuknya Kelompok Sadar Halal (KOMAL) dan memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan produksi halal, manajemen usaha, serta pemasaran digital. Proses ini juga memperkuat partisipasi perempuan, keterlibatan petani kecil, dan perubahan pola pikir ekonomi masyarakat. Namun, keberlanjutan ekosistem masih menghadapi kendala berupa konsistensi pasokan bahan baku halal, digitalisasi sistem traceability, dan regenerasi petani muda. Dengan demikian, integrasi HVC berbasis kelembagaan lokal terbukti efektif membangun kemandirian ekonomi pedesaan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat komunitas lokal desa.
Perbandingan Kinerja Keuangan Antara Bank Syari’ah Dan Bank Konvensional Pada Peride 2021-2025 di Indonesia Sumayyah Maghfirah; Muhammad Rasyad Al Fajar; Syarif Hidayatullah
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i6.2633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan antara bank syariah dan bank konvensional di Indonesia selama periode 2021–2025 dengan menggunakan indikator Return on Assets (ROA), Non-Performing Loan/Non-Performing Financing (NPL/NPF), serta Loan to Deposit Ratio/Financing to Deposit Ratio (LDR/FDR). Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dengan menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan dan publikasi Otoritas Jasa Keuangan. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada rasio ROA antara bank konvensional dan bank syariah, dengan nilai signifikansi 0,023 atau p<0,05. Rata-rata ROA bank konvensional sebesar 2,482 lebih tinggi dibandingkan bank syariah sebesar 1,906. Sementara itu, rasio NPL/NPF dengan nilai signifikansi 0,522 dan LDR/FDR sebesar 0,151 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbedaan prinsip operasional kedua jenis bank berpengaruh nyata terhadap profitabilitas, tetapi tidak memberikan perbedaan signifikan pada risiko kredit/pembiayaan maupun likuiditas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi regulator, akademisi, dan pelaku industri perbankan nasional.
Analisis Praktik Jual Beli Kemiri Dengan Sistem Timbangan Ditinjau dari Perspektif Islam Nurhayati Nurhayati; Muhammad Rasyad Al Fajar; Dinah Husniah
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, April 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i4.1969

Abstract

Praktik jual beli hasil pertanian, termasuk kemiri, merupakan aktivitas ekonomi yang umum dilakukan masyarakat pedesaan. Namun, dalam praktiknya sering muncul permasalahan terkait keakuratan timbangan dan potensi ketidakadilan dalam transaksi, yang dapat merugikan salah satu pihak. Hal ini menjadi penting untuk dikaji dalam perspektif Islam yang menekankan prinsip kejujuran dan keadilan dalam muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli kemiri dengan sistem timbangan di Desa Ndano Na’e serta meninjauinya dari perspektif hukum ekonomi Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap petani dan pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli kemiri dengan sistem timbangan di Desa Ndano Na’e umumnya telah mengikuti kebiasaan masyarakat setempat, namun masih ditemukan ketidakakuratan timbangan, kurangnya standar alat ukur, serta potensi kecurangan. Dalam perspektif Islam, kondisi ini belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan (‘adl) dan kejujuran (ṣidq), serta berpotensi melanggar larangan mengurangi timbangan (tathfif). Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan kesadaran pelaku usaha, pengawasan alat timbangan, serta edukasi nilai-nilai syariah guna mewujudkan praktik perdagangan yang adil dan transparan. Kata kunci: jual beli, kemiri, timbangan, hukum Islam, muamalah.
Analisis Potensi Usaha Jambu Mente Sebagai Sumber Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Muhammad Rasyad Al Fajar; Rukmini; Ibrahim
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, April 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i4.2026

Abstract

Usaha jambu mente merupakan salah satu potensi ekonomi masyarakat pedesaan yang memiliki nilai jual dan peluang pengembangan cukup tinggi. Namun, pengelolaan usaha jambu mente di Desa Wadukopa Kecamatan Soromandi masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, pengolahan hasil yang masih sederhana, serta minimnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan usaha berbasis ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi usaha jambu mente sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat serta meninjau praktik pengelolaannya dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan petani serta pelaku usaha jambu mente di Desa Wadukopa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha jambu mente memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat karena didukung oleh kondisi lahan yang memadai dan tingginya permintaan pasar. Selain itu, praktik usaha yang dijalankan masyarakat pada umumnya telah mencerminkan prinsip-prinsip ekonomi syariah, seperti adanya unsur kerja sama, kejujuran, dan usaha yang halal, meskipun dalam pelaksanaannya masih diperlukan penguatan pada aspek manajemen usaha dan pemasaran syariah. Dengan demikian, usaha jambu mente dapat menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan apabila dikelola secara produktif dan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam.