Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Etika Komunikasi Pejabat Publik Berdasarkan Model Komunikasi Harold D. Lasswell Ayu Nurchasanah; Arif Zainudin; Akhmad Habibullah
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2204

Abstract

Di era digital, etika komunikasi pejabat publik menjadi isu yang sangat sensitif karena setiap pernyataan dapat dengan cepat tersebar dan memengaruhi opini masyarakat. Kasus slip of the tongue Adies Kadir terkait kenaikan tunjangan DPR, diksi kontroversial Ahmad Sahroni, aksi joget Eko Patrio dan Uya Kuya, hingga video deepfake yang menyeret nama Sri Mulyani menunjukkan meningkatnya problem etika komunikasi di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis etika komunikasi pejabat publik berdasarkan teori komunikasi Harold Dwight Lasswell. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data berupa pemberitaan media online dan konten YouTube Mahkamah Dewan Kehormatan selama Agustus–September 2025. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik berbantuan NVivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi pejabat publik yang problematik, minim empati, dan rendah tanggung jawab sosial sehingga berpotensi menurunkan kepercayaan publik serta memicu disinformasi. Temuan ini juga menunjukkan ketidaksesuaian dengan kode etik ASN dalam UU No. 5 Tahun 2014 Pasal 5 ayat (2) poin i mengenai kewajiban penyampaian informasi secara benar dan tidak menyesatkan.
Comparison of Nutrition and Health Improvement Policies Between the Indonesian and Thailand Governments Abid Ghossan Albaihaqi; Arif Zainudin; Agus Setio Widodo
Journal of Governance and Social Policy Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Department of Government Studies, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/gaspol.v7i1.2299

Abstract

Nutritional problems remain a major challenge in Southeast Asia, characterized by the high prevalence of stunting, micronutrient deficiencies, and the increasing incidence of overnutrition, all of which affect public health quality and productivity. Differences in outcomes between Indonesia and Thailand indicate variations in the effectiveness of nutrition policies that warrant further examination. This study aims to compare the policies and strategies of Indonesia’s National Nutrition Agency and Thailand’s Bureau of Nutrition in improving nutritional status and public health. The research employs a descriptive qualitative method with a comparative approach through a systematic literature review, using secondary data from 111 selected scientific articles out of 1,206 relevant publications, analyzed through thematic analysis with the assistance of RStudio software. The findings reveal that Indonesia tends to adopt a top-down approach through large-scale national programs but still faces challenges in cross-sectoral coordination and disparities in regional implementation. In contrast, Thailand emphasizes a community-based approach that is integrated, participatory, and adaptive to socio-cultural contexts, making it more effective in reducing malnutrition rates. The study also highlights that policy effectiveness is influenced by institutional factors, cross-sector collaboration, and community participation.