Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Alum Sludge Instalasi Pengolahan Air (IPA) PERUMDA Tirta Musi Sebagai Pengadsorpsi Logam Berat Cu²⁺ pada Air Limbah Laboratorium Rizanti Fadilah Azzahra; Tuty Emilia Agustina; Elda Melwita
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2308

Abstract

Alum sludge merupakan limbah padat dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan alum sludge IPA PERUMDA Tirta Musi yang diaktivasi dengan H₂SO₄ 10% (v/v) sebagai adsorben untuk memisahkan ion Cu²⁺ dari air limbah laboratorium di Universitas Sriwijaya. Karakterisasi SEM-EDX menunjukkan peningkatan kandungan oksigen permukaan dari 52,20% menjadi 57,14% pasca aktivasi. Analisis XRD mengkonfirmasi perubahan struktur kristal pasca adsorpsi: pergeseran puncak 2θ dari 26,740° menjadi 26,840°, penurunan d-spacing dari 3,333 Å menjadi 3,325 Å, dan peningkatan lattice strain dari 0,84% menjadi 1,07%. Adsorpsi menggunakan limbah sintetis dengan  konsentrasi Cu2+ 20 mg/L dilakukan pada variasi massa adsorben (1–3 g) dan waktu kontak (30–150 menit).  Kondisi optimal diperoleh pada penggunaan massa 2,5 g dan waktu 90 menit yang menghasilkan efisiensi adsorpsi Cu²⁺ sebesar 95,53%. Analisis kinetika menetapkan model pseudo-second-order (PSO) sebagai model terbaik dengan R² = 0,9978; k₂ = 0,1072 g/mg·menit; dan qe = 0,8333 mg/g, yang mengindikasikan terjadinya mekanisme kemisorpsi. Adsorpsi menggunakan air limbah laboratorium nyata dengan konsentrasi awal C₀ 9,4409 mg/L berhasil menurunkan konsentrasi Cu2+ menjadi 2,5431 mg/L. Konsentrasi ini telah memenuhi baku mutu Cu2+ sesuai dengan Permen LH No. 5 Tahun 2014 yang menetapkan konsentrasi Cu2+ dalam air limbah ≤ 3 mg/L. Uji regenerasi menggunakan HCl 0,1 M menunjukkan kinerja yang stabil hingga siklus ke-2 dengan efisiensi adsorpsi 92,14%.