Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Tingkat Kepentingan dan Kinerja Building Safety Performance Anindya Rista Putri Larasati; Farida Rachmawati
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2317

Abstract

Kinerja Keselamatan Bangunan (Building Safety Performance) merupakan aspek penting dalam menjamin keselamatan bangunan. Meskipun regulasi telah diterapkan pada tahap awal pemanfaatan bangunan, evaluasi keselamatan masih cenderung berfokus pada pemenuhan administratif sehingga belum sepenuhnya mencerminkan kinerja aktual secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator Building Safety Performance yang dianggap penting dalam mendukung keselamatan bangunan gedung serta menggambarkan tingkat kinerjanya pada fase operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner kepada responden dari unsur pemerintah, konsultan, dan ahli bangunan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata (mean) untuk tingkat kepentingan (importance) dan kinerja (performance) setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja pada beberapa indikator Building Safety Performance. Indikator Sistem Proteksi Kebakaran (I1) dan Keselamatan Sistem Kelistrikan (I6) memiliki tingkat kepentingan tertinggi, sedangkan Ketersediaan dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (I12) terendah. Pada aspek kinerja, Sistem Proteksi Kebakaran (I1), Keselamatan Sistem Mekanikal (I7), dan Aksesibilitas serta Jalur Evakuasi (I11) menunjukkan nilai tertinggi, sedangkan I12 kembali menjadi yang terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi keselamatan bangunan perlu mempertimbangkan kondisi operasional secara berkelanjutan melalui pendekatan Building Safety Performance (BSP) sebagai alat evaluasi yang terukur dan sistematis.
Causal Structure of Toll Road Tariff Determination in Public Private Partnership Projects: A System Dynamics Approach Anggito Adji Wicaksono; Farida Rachmawati
Journal La Multiapp Vol. 7 No. 2 (2026): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v7i2.3007

Abstract

The Solo Yogyakarta Yogyakarta International Airport Toll Road is a national strategic infrastructure project in Indonesia developed under a public private cooperation scheme using a build operate transfer arrangement. In this scheme, toll tariffs function as the primary mechanism for investment recovery, making tariff determination a critical factor influencing traffic demand and project feasibility. This study aims to develop a system dynamics based model to explain the structural relationships governing toll tariff determination in toll road projects implemented through public private cooperation. The research applies a quantitative modeling approach using system dynamics, following stages of problem formulation, development of a dynamic hypothesis, and construction of a causal loop diagram. Key variables are identified through literature review, expert judgment, and secondary data analysis, including toll tariffs, average daily traffic, user affordability, operational costs, and financial performance indicators. The analysis focuses on identifying cause effect relationships and feedback structures that influence traffic demand and revenue behavior. The results show that toll tariff determination is governed by interacting reinforcing and balancing feedback loops, with traffic volume emerging as a central variable linking tariff policies to revenue and financial performance. Higher tariff levels may increase unit revenue while simultaneously reducing traffic demand due to affordability constraints, whereas economic growth and service improvements support reinforcing demand effects. This study concludes that toll tariff determination should consider dynamic interactions among demand, affordability, and financial variables rather than relying solely on static cost-based approaches.