Muhammad Rafli Mawla Rakhman
Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Tata Kelola Hasil Sedimentasi Laut Melalui Konsep Blue Justice Governance Sebagai Pencegahan Blue Washing Dan Ocean Grabbing di Indonesia Muhammad Rafli Mawla Rakhman
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i02.3517

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim terus mendorong implementasi Blue Economy sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Namun, penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut justru memunculkan berbagai polemik akibat potensi eksploitasi ruang laut yang berdampak terhadap keberlanjutan ekosistem dan hak masyarakat pesisir. Kondisi tersebut menunjukkan adanya paradoks antara narasi keberlanjutan yang diusung negara dengan substansi regulasi yang berpotensi melegitimasi praktik Blue Washing dan Ocean Grabbing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelemahan normatif dalam tata kelola hasil sedimentasi laut berdasarkan PP 26/2023 serta merumuskan model rekonstruksi regulasi yang berorientasi pada keadilan ekologis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum dianalisis secara preskriptif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta literatur internasional terkait Blue Economy Governance. Penelitian ini menawarkan konsep Blue Justice Governance (BJG) sebagai model rekonstruksi tata kelola hasil sedimentasi laut yang berorientasi pada keadilan ekologis, perlindungan masyarakat pesisir, dan keberlanjutan lingkungan. BJG dibangun atas lima pilar utama, yaitu: (1) Ecological Precaution Principle; (2) Coastal Community Consent Mechanism; (3) Blue ESG Assessment; (4) Marine Biodiversity Protection Framework; serta (5) Intergenerational Ocean Justice. Hasil penelitian menegaskan bahwa rekonstruksi regulasi pengelolaan hasil sedimentasi laut menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah praktik Blue Washing dan Ocean Grabbing. BJG diproyeksikan menjadi model tata kelola kelautan yang adaptif, partisipatif, dan berkeadilan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan di Indonesia.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Multiliterasi sebagai Wujud Tanggung Jawab Sosial Perguruan Tinggi di Desa Jiwut Lexa Ananta Bachtiar; Muhammad Rafli Mawla Rakhman; Miftah Farid; Ahsana Maswa; Artika Putri Wardhani Hafid; Salsabila Rafa Azzahra; Fransiska Charlotte Lado Hurint Fernandez; Amirin Nisaa Charisma; Donna Alyanda Fitri; Dwi Nur Wijayanti; Kayla Syifa Nauli Pasaribu; Muhammad Syafiq Aldiansyah; Emy Sudarwati
Jurnal Pengabdian Mitra Indonesia Vol 2 No 3: Agustus 2026
Publisher : Mitra Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67380/jpmina.v2i3.59

Abstract

Kapasitas masyarakat saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan dasar membaca dan menulis, melainkan oleh literasi yang bersifat multidimensional. Artikel ini mengkaji program pemberdayaan masyarakat di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, yang mengintegrasikan empat pilar literasi (baca, finansial-ekonomi, digital-informasi, dan lingkungan) dalam satu desain yang berlandaskan konsep University Social Responsibility (USR). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis integrasi tersebut sebagai satu desain pemberdayaan multiliterasi yang koheren. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan analisis deskriptif-kualitatif, meliputi identifikasi kebutuhan, co-design, implementasi dua belas program yang saling berkaitan, capacity building, serta monitoring dan evaluasi pada periode Juli–Agustus 2026. Hasil menunjukkan pilar literasi baca (PELITA Jiwut) menjangkau 41 anak melalui Reading Aloud dan 34 siswa melalui revitalisasi pojok baca, dengan puncak berupa malam apresiasi literasi yang dihadiri 122 orang; pilar literasi finansial-ekonomi (PPKUM) melibatkan 60 pelaku UMKM dan PKK dalam pengelolaan keuangan, pemasaran digital, dan literasi anti-penipuan; pilar literasi digital-informasi menghasilkan website desa SIJIWUT yang telah di-hosting, akun media sosial, serta buku profil desa cetak dan digital; dan pilar literasi lingkungan (SIGAP Demokrasi Hijau) melibatkan siswa dalam praktik pengomposan dan penanaman pohon disertai edukasi demokrasi. Monitoring yang dilakukan satu hingga dua minggu pasca program menunjukkan sebagian besar kegiatan masih berjalan, meskipun beberapa mengalami penurunan intensitas akibat keterbatasan SDM lokal, pendampingan, dan prioritas anggaran. Artikel ini menyimpulkan bahwa dua belas program tersebut merupakan satu desain pemberdayaan multiliterasi yang koheren dan merefleksikan dampak edukasional, kognitif, dan sosial USR, serta merekomendasikan penguatan kaderisasi lokal, indikator yang lebih sistematis, dan evaluasi longitudinal untuk pengabdian selanjutnya.