Jolantje Latupeirissa
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Kuriositas Sains: Demo Kimia Aman dan Sederhana sebagai Strategi Peningkatan Minat Belajar Siswa SMK Negeri 6 Ambon Shielda Natalia Joris; Yusthinus Thobias Male; Nikmans Hattu; Jolantje Latupeirissa; Nurani Hasanela; Semuel Simra Pada
Innovation for Community Service Journal Vol 4 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v4i1.25368

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kuriositas siswa terhadap ilmu kimia melalui demonstrasi sains yang aman dan sederhana di SMK Negeri 6 Ambon. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya penerapan metode pembelajaran kreatif berbasis eksperimen di sekolah menengah kejuruan, yang berdampak pada minimnya ketertarikan siswa terhadap kimia. Kegiatan dilaksanakan pada 7–8 Mei 2024 dengan melibatkan 54 peserta yang terdiri atas siswa kelas X dan guru mata pelajaran kimia. Metode yang digunakan mencakup tiga demonstrasi eksperimen sederhana, yaitu Simple Acid Basic Around Us (identifikasi asam-basa menggunakan indikator alami), Lava Lamp (perbedaan massa jenis air dan minyak dikombinasikan reaksi kimia), serta The Rainbow Tower (perbedaan konsentrasi larutan dan massa jenis). Seluruh alat dan bahan yang digunakan mudah ditemukan di lingkungan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari seluruh peserta; siswa secara aktif mengajukan pertanyaan, mencatat hasil pengamatan, dan mampu menjelaskan kembali konsep kimia yang diamati melalui fenomena nyata di sekitar mereka. Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari kepala sekolah dan mendapat liputan ditiga media online lokal Maluku. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa demonstrasi kimia sederhana efektif meningkatkan minat belajar siswa, sekaligus memberi referensi praktis bagi guru dalam mengimplementasikan konsep kimia tanpa laboratorium konvensional.