Widayat Widayat
Program Studi Program Profesi Insinyur, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275 Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asesmen Potensi Longsor di Daerah Gunung Pati Kota Semarang dengan Metode Anbalagan Muhammad Mukhlisin; Widayat Widayat; Silviana Silviana
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26857

Abstract

Kota Semarang merupakan daerah yang rawan longsor, terutama daerah yang memiliki morfologi perbukitan. Melihat adanya kejadian longsor di beberapa wilayah Kota Semarang, maka diperlukan adanya asesmen agar dapat diantisipasi terjadinya bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kerentanan longsor dengan menggunakan Metode Anbalagan dan membandingkan dengan metode berdasarkan Permen PU No. 22 Tahun 2007 RI dan Slope Assessment System (SAS) Malaysia. Lokasi penelitian ini berada di lereng Gedung E10 Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang dengan dua slope pada area penelitian yaitu slope 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode Anbalagan, baik slope 1 dan 2 memperoleh skor 7,35 dengan tingkat kerawanan tinggi. Sedangkan berdasarkan pada Permen PU No. 22 Tahun 2007, slope 1 bernilai 2,44 tingkat kerawanan tinggi, slope 2 bernilai 2,16 tingkat kerawanan rendah. Melalui metode SAS, slope 1 memiliki nilai 0,95 dan slope 2 0,89 yang berarti keduanya memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi. Berdasarkan berbagai metode pengaturan yang digunakan, pengaturan tersebut mendapatkan hasil yang cukup sama. Kata kunci: Anbalagan, Slope Assessment System, longsor, risiko kerawanan, Permen PU No. 22 Tahun 2007
Manajemen Pengendalian Material PAF/NAF sebagai Batuan Penutup Disposal Final untuk Rencana Rehabilitasi di Area Kerja PT. Pamapersada Nusantara Distrik KPCS Tito Nur Adityo Nugroho; Widayat Widayat; Didi Dwi Anggoro
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26861

Abstract

Bisnis proses dari tambang batu bara, seringkali mengharuskan perusahaan untuk membuka lahan hijau atau hutan-hutan asli untuk menjadi area penggalian. Dari keseluruhan bisnis proses pertambangan batu bara, mulai dari pembukaan lahan, penggalian batuan penutup, penambangan batubara, pengangkutan material penutup dan batu bara, akan diakhiri dengan proses rehabilitasi/reklamasi. Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan wajib memastikan bahwa proses rehabilitasi/reklamasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu yang menjadi syarat baku dari proses reklamasi adalah batuan penutup disposal final merupakan material dengan sifat NAF (Non-Acid Forming) dan menghindari material dengan sifat PAF (Potential Acid Forming). Manajemen pengendalian material PAF dan NAF ini mutlak dilakukan untuk menjaga kualitas dari rehabilitasi/reklamasi yang dilaksanakan. Pengendalian ini dimulai dari eksplorasi, perencanaan tambang hingga eksekusi akhir penambangan secara operasional. Pengawasan yang ketat dan kontrol perencanaan yang baik, diharapkan dapat memberikan kewaspadaan kepada setiap pekerja untuk menghidari adanya material PAF di area disposal final rencana rehabilitasi/reklamasi. Dalam penelitian ini akan dibahas bagaimana kontrol perencanaan hingga eksekusi secara operasional untuk mendukung proses rehabilitasi di PT. Pamapersada Nusantara Site KPCS. Kata kunci: reklamasi, rehabilitasi, PAF, NAF, manajemen, pertambangan, batu bara