Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk obsesi, menguraikan wujud perilaku penghancuran diri, serta menganalisis dinamika hubungan kedua fenomena pskologis tersebut dalam novel Die My Love karya Ariana Harwich. Kajian ini menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya konsep dorongan kehidupa (Eros) dan dorogan kematian (Thanatos) sebagai landasan teori. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis isi teks sastra. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tokoh utama wanita dalam novel ini mengalami obsesi cinta yang ekstrem, yang ditandai dengan ketergantungan mutlak, ketakutan akan kehilagan, dan penempatan pasangan sebagai satu-satunya tujuan hidup. Obsesi tersebut merupakan bentuk perwujudan yang berlebihan dari dorongan Eros. Ketika rasa keinginan untuk memiliki sepenuhnya tidak terpenuhi, energi psikis tersebut berupa perilaku penghancuran diri, seperti menyakiti tubuh, membiarkan diri menderita, dan keinginan mati demi cinta, yang merupakan wujud kerja dari dorongan Thanatos yang berbalik ke dalam diri sendiri. Dinamika yang terungkap adalah adanya adanya percampuran dan interaksi keterikatan , semakin besar pula kecenderungan tokoh untuk menghancurkan dirnya sendiri sebagai bukti atau akibat dari keterikatan tersebut. Hasil kajian ini membuktikan bahwa cinta yang tidak sehat dan tidak terkontrol berpotensi mengandung benih kehancuran bagi pelakunya sendiri.