Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar keterampilan bulu tangkis, khususnya pada kemampuan melakukan pukulan smash dan lob pada siswa SMP Wachid Hasyim 7 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang melibatkan 30 siswa yang telah mengikuti pembelajaran bulu tangkis dalam mata pelajaran PJOK. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar yang telah terstandar serta tes keterampilan smash dan lob yang mengacu pada prosedur penilaian teknik bulu tangkis. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas, serta uji regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan linear dengan keterampilan smash, namun tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keterampilan lob. Perbedaan ini diduga terjadi karena pukulan smash merupakan teknik menyerang yang menuntut keberanian, intensitas usaha, dan kepercayaan diri yang lebih tinggi sehingga lebih dipengaruhi oleh motivasi belajar. Sebaliknya, keterampilan lob lebih menekankan pada kontrol teknik, koordinasi gerak, serta pengalaman latihan yang berulang sehingga keberhasilannya lebih dipengaruhi oleh penguasaan teknik dibandingkan faktor motivasi. Dengan demikian, peningkatan keterampilan bulu tangkis siswa tidak hanya bergantung pada motivasi belajar, tetapi juga pada latihan teknik yang terstruktur dan berkelanjutan.