Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KEBERANIAN BERPENDAPAT SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT PADA PEMBELAJARAN PAI DAN BP Latifah Zahra Rahmadhani; M. Misbah
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.620

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan karakter peserta didik. Namun, dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran sering kali masih didominasi oleh metode ceramah sehingga peserta didik cenderung pasif dalam pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan interaksi pembelajaran menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran khususnya dalam keberanaian berpendapat, salah satunya melalui model pembelajaran cooperative script. Model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi secara berpasangan, saling menyampaikan dan mendengarkan pendapat, bekerja sama dalam memahami materi pembelajaran serta mampu menggeser pola pembelajaran dari teacher centered learning menjadi student centered learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model cooperative script pada mata pelajaran PAI dan BP di kelas VII SMP N 1 Sumbang. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk studi lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data, digunakan beberapa teknik seperti observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model cooperative script telah berjalan dengan baik sesuai tahapan yang direncanakan, mulai dari penyusunan modul ajar, pelaksanaan diskusi berpasangan, presentasi, evaluasi pembelajaran, hingga kaitannya keberanian berpendapat. Penerapan model ini membantu meningkatkan keberanian berpendapat siswa secara bertahap, terlihat dari keaktifan siswa dalam berdiskusi, bertanya, memberikan tanggapan, dan tampil di depan kelas. Keberanian berpendapat siswa dipengaruhi oleh faktor internal, seperti rasa percaya diri dan pemahaman materi, serta faktor eksternal, seperti dukungan guru, suasana pembelajaran, dan interaksi dengan teman sebaya.
MODEL PEMBELAJARAN PAI INTEGRATIF INKLUSIF DI ERA SOCIETY 5.0: PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING Fatimah; Tegar Hanif; M. Misbah
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.684

Abstract

Perkembangan era Society 5.0 menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, serta sikap inklusif peserta didik. Namun, integrasi model pembelajaran PAI yang bersifat integratif inklusif melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL) dalam konteks tersebut masih belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran PAI integratif inklusif berbasis PBL dalam menjawab tantangan pendidikan di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber ilmiah seperti buku dan artikel jurnal, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PAI integratif inklusif berbasis PBL mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama, dan sikap toleran peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI perlu diarahkan pada penguatan integrasi nilai, kompetensi abad ke-21, dan sikap inklusif agar relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PAI integratif inklusif berbasis PBL efektif secara konseptual untuk menjawab tantangan pendidikan di era Society 5.0. Implikasi penelitian ini memberikan arahan bagi pendidik dan lembaga pendidikan dalam merancang pembelajaran PAI yang adaptif, kontekstual, dan berbasis pemecahan masalah. Selain itu, penelitian ini membuka peluang kajian empiris lebih lanjut untuk menguji efektivitas model tersebut pada berbagai jenjang pendidikan.