Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai media pembelajaran dalam membentuk kesadaran politik siswa melalui pendekatan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan partisipatif, sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu-isu politik serta nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan Pancasila. Melalui pemanfaatan konten digital seperti video, infografis, dan diskusi daring, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan politik, tetapi juga mengembangkan sikap kritis, toleransi, dan keterampilan partisipasi politik. Namun demikian, penggunaan media sosial juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, ujaran kebencian, serta rendahnya literasi digital yang dapat memengaruhi pola pikir siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru dalam mengintegrasikan literasi digital dengan pembelajaran PPKn serta melakukan pendampingan yang tepat agar media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana edukasi politik. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi mitra strategis dalam membentuk generasi muda yang sadar politik, kritis, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.