Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KONTRIBUSI ILMU GARĪB AL-ḤADĪṠ DALAM MEMAHAMI HADIS Baiquni, Ach
Al-Bukh?r? : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2018): Januari - Juni 2018 M/ 1439H
Publisher : Department of Hadis Sciences (IH), Faculty of Usuluddin, Adab, and Da'wah (FUAD), State Islamic Institute of Langsa (IAIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.613 KB)

Abstract

Bahasa Arab yang digunakan pada masa kehidupan Nabi Muhammad sebagian kalimatnya berbeda dengan bahasa Arab yang digunakan pada massa pembukuan hadis sehingga para ahli hadis pada masa itu, susah memahami sebagian makna hadis dan kata-kata yang terdapat dalam teks hadis yang tidak populer di kalangan mereka. Hal ini terjadi karena bahasa Arab telah mengalami akulturasi dengan bahasa non Arab yang diakibatkan oleh banyaknya orang non Arab masuk Islam. Kata-kata yang susah dipahami tersebut dikenal dengan istilah gar?b (asing). Kajian yang membahas kata asing dalam hadis disebut dengan ilmu gar?b hadis. Ilmu ini sudah banyak berkontribusi membantu para ahli hadis yang tidak memahami makna hadis. Penelitian ini mencoba untuk menelusuri seberapa besar kontribusi ilmu gar?b hadis dalam memahami hadis?. Adapun metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan menelusuri kata-kata asing (gar?b) yang terdapat dalam teks hadis dan digunakan oleh pensyarah hadis. Penelitian ini menemukan bahwa kajian ilmu gar?b hadis cukup membantu pensyarah hadis untuk memahami kandungan hadis.
PEMAHAMAN HADIS TENTANG PEREMPUAN MENURUT KHALED ABOU EL FADL Achmad Baiquni
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.769 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15184

Abstract

Sebagian besar wacana keislaman yang populer di kalangan umat muslim serta wacana yang sering pula disampaikan oleh para da’i dan pemfatwa di hampir seluruh Negara muslim relatif telah menepatkan perempuan sebagai penduduk kelas dua. Wacana seperti ini termaktub dalam alQur’an dan hadis sehingga kedua sumber ini terkesan bias jender. Dalam memahami kedua sumber tersebut para sarjana Muslim mengunakan berbagai pendekatan tekstual dan  kontekstual. Khaled Abuo El Fadl yang dikenal sebagai pemikir yang awalnya konserfatif kemudian menjadi liberal, hadir sebagai pengagas pendekatan kontekstual dalam memahami hadis-hadis yang dinilai bias gender. Namun gasasannya berbeda dengan para sarjana muslim umumnya, ia berani mengatakan jika hadis dinilai bersebrangan dengan perinsip moral kemanusiaan, maka hadis tersebut tidak layak untuk dijadikan sandaran ataupun hujah.  Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menganalisis hadis tersebut Khaled mengunakan beberapa pendekatan yaitu analisis subtansi hadis dan konsekuensi moral dan sosial hadis. Penelitian ini meperoleh kesimpulan bahwa hadis-hadis yang dinilai tidak mengandung konsekuensi moral dan sosial serta banyak merendahkan perempuan, bagi Khaled hadis semacam ini belum bisa dijadikan sandaran dan ia belum bisa mempercayai kalau hadis tersebut bersumber dari Nabi Saw. Penelitian ini merupakan library research (studi kepustakaan) dengan mengunakan metode diskriptif-analitis yaitu dengan  meneliti pemahaman Abou El Fadl terhadap hadis-hadis tentang perempuan yang sering kali dijadikadikan fatwa oleh beberapa kalangan,
KRITIK MATAN HADIS : KLASIK HINGGA KONTEMPORER M Suryadinata
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.238 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15183

Abstract

Artikel ini membahas tentang kritik matan klasik hingga kontemporer, yang mengalami perkembang yang cukup siknifikan. Kritik yang paling populer dan banyak dipedomi oleh para muhadis adalah kritik sanad sedangkan matan sering kali diabaikan. Padahal budaya kritik baik sanad atapun matan sudah ada sejak Rasulullah swa masih hidup bahkah di masa shabat sebagian sahabat telah mempraktekan kritik matan, namun demikian konsep dan gagasannya baru di munculkan kembali sejak para orientalis mengkritik hadis dan mereka menerapakan kritik matan hadis.
AL-ḤAWĀLAH DALAM KAJIAN TAFSIR DAN HADIS Achmad Baiquni
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.428 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15287

Abstract

This paper discusses about al-Ḥawālah, namely the transfer of debt. This study has a very important purpose for the continuation of human interaction in daily life, it is very important for academics to learn about al-Ḥawālah studies in the Qur’an and Hadith, so that it can be used as a source of legal assistance for Muslims. The author can consider al-Ḥawālah, namely the transfer of debt from the debtor (al-mudīn) to others who are burdened with others with a kafālah that can only collect dependents in the hands of the guarantor (kāfil) without being moved, while the debt is still in the responsibility of al-mudīn.
Tipologi Pemahaman Hadis (Studi Pemikiran Hadis Mahmud Saltut) Ach Baiquni
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 8, No 2 (2019): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/jpkth.v8i2.2098

Abstract

Most Muslim societies especially in Indonesia understand that all traditions contain innocence but in reality scholars try to reclassify that in understanding the traditions, people who will understand the traditions must know and sort out and choose whether the traditions that contain shariah or not, Mahmud Syaltut is present to offering this theory, so that the Islamic Community is not complacent that everything contained in the hadith contains Shariah, even though it is not because in living everyday life the Prophet Muhammad works as the head of the State, the Messenger of God, the husband, the father of his child and the leader of the war. Now this is what makes the reason someone who wants to understand the hadith must know the text and context of the hadith. The purpose of this study is to elaborate on the thought of the Hadith Mahmud Syaltut about how to understand the hadith, while the research method is literature by examining the book by Mahmud Syaltut "al-Islam al-Aqidah Wa Shari'at as a primary source while other books related to hadith thought used as a secondary source. The research concluded that Mahmud Syaltut offered and popularized the theory in understanding hadith with the terms tasri and ghairu tasri, even though the theory had been conceptualized differently by previous scholars such as al-Dikhlawi and al-Qarafi.
KONTRIBUSI ILMU GARĪB AL-ḤADĪṠ DALAM MEMAHAMI HADIS Ach Baiquni
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v1i1.447

Abstract

Bahasa Arab yang digunakan pada masa kehidupan Nabi Muhammad sebagian kalimatnya berbeda dengan bahasa Arab yang digunakan pada massa pembukuan hadis sehingga para ahli hadis pada masa itu, susah memahami sebagian makna hadis dan kata-kata yang terdapat dalam teks hadis yang tidak populer di kalangan mereka. Hal ini terjadi karena bahasa Arab telah mengalami akulturasi dengan bahasa non Arab yang diakibatkan oleh banyaknya orang non Arab masuk Islam. Kata-kata yang susah dipahami tersebut dikenal dengan istilah garīb (asing). Kajian yang membahas kata asing dalam hadis disebut dengan ilmu garīb hadis. Ilmu ini sudah banyak berkontribusi membantu para ahli hadis yang tidak memahami makna hadis. Penelitian ini mencoba untuk menelusuri seberapa besar kontribusi ilmu garīb hadis dalam memahami hadis?. Adapun metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan menelusuri kata-kata asing (garīb) yang terdapat dalam teks hadis dan digunakan oleh pensyarah hadis. Penelitian ini menemukan bahwa kajian ilmu garīb hadis cukup membantu pensyarah hadis untuk memahami kandungan hadis.
Tracing the Theory of Hadith Quality in Kitab al-Jami' al-Sahih al-Sunan al-Tirmidzi Baiquni Ach Baiquni
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 4 No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v4i1.2468

Abstract

This paper tries to describe some of imam al-Tirmidizi's views related to the theory of hadith quality found in the book al-Jami al-Şahih al-Sunan al-Tirmîdzi , this paper is a literature study with a descriptive approach that yields the conclusion that Imam al-Tirmîdzi has a different concept than the hadith expert in describing the hadith ṣahīh, hasan and dha’īf. In the case of ṣahīh hadith, the theory used by imam al-Tirmdizi is almost the same as other hadith experts i.e. hadith sahih is a hadith whose isith continues, Narrated by the 'adil and dhabīt, while in the theory of hasan hadith, Tirmidzi has a unique concept that divides hasan into three namely hasan ṣahīh (hadith hasan approaching ṣahīh), hasan (hadith that exists about hasan sahih and gharīb) and hasan gharīb is a hadith that is close to hadith dha’īf. Then, the theory of dha’īf by Imam al-Tirmîdzi is the same as other hadith scholars who do not meet ṣahīh and hasan and the connection of sanad is questioned.
Perkembangan Pemikiran Hadis Kontemporer di Indonesia (Studi Hasil Penelitian di Jurnal Bereputasi Nasional Tahun 2015-2020) Ach Baiquni
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v6i2.4212

Abstract

The Development of Contemporary Hadith Thought in Indonesia (Study of Research Results in a Journal of National Reputation 2015-2020)This paper aims at the development of Hadith thought in Indonesia and the contribution of Muslim Intellectual thought that exists in Islamic Universities in Indonesia. Because they have written articles on many topics of Hadith such as the content of Hadith, Hadith sciences, and some theories which relate to Hadith. This article uses a descriptive-analytical approach. Besides, the data are taken from several reputable Islamic and Hadith Sciences journals. In the conclusion, the article results that hadith studies in Indonesia in this contemporary era have experienced the development of the theme of their studies which initially only focused on the validity of hadith but later began to appear as integration between hadith and social sciences, health, science and others and their notions contribute to various Hadith Sciences topic, provide solutions to the problems in the society by applying the Hadith theories, and also re- study the culture that based on the message of Hadith in case to counter the thought that assumes that the culture is bid’ah. In addition, the notions of Hadith Experts become their own type in the development of Hadith in Indonesia and even in the world
Tradisi Bebantai di Merangin Jambi, Studi Living Hadis dalam Konteks Budaya Lokal Baharudin, Baharudin; Baiquni, Ach
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 6 No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v6i1.6144

Abstract

This article aims to explore the tradition of bebantai in Merangin, Jambi, as a living hadith practice in the local cultural context. Bebantai is a collective ritual of slaughtering buffaloes or cows to welcome the holy month of Ramadan. This tradition has been carried out for generations by the people of Merangin, especially in Pangkalan Jambu subdistrict. The research method used is qualitative with a descriptive-analytical approach. The data sources are primary and secondary data obtained through observation, interviews, and literature review. The data analysis technique uses content analysis. The results show that bebantai is a manifestation of the hadith about the virtue of sacrificing animals in Ramadan and distributing their meat to the needy. Bebantai also reflects the values of gratitude, solidarity, brotherhood, and mutual assistance among the community members. Bebantai is not only a religious ritual but also a cultural expression that preserves the local identity and social harmony.
Implikasi Pendidikan, Pelatihan dan Kepribadian Terhadap Kinerja Karyawan PT. BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan Syafia, Fairuz; Baiquni, Ach
Mabny: Journal of Sharia Management and Business Vol. 1 No. 1 (2021): Mabny : Journal of Sharia Management and Business
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Madura Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mabny.v1i01.4635

Abstract

Kinerja merupakan hal yang sangat penting yang menggambarkan tingkat pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi suatu organisasi atau perusahaan yang tertuang dalam strategi perencanaan suatu organisasi atau perusahaan. Untuk meningkatkan kinerja tersebut, perlu mengetahui kebutuhan apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan suatu organisasi atau perusahaan . Salah satunya dibutuhkan karyawan yang memiliki pendidikan yang sesuai, dibutuhkan juga pelatihan kerja serta mengetahui kepribadian dari karyawan. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendidikan, pelatihan dan kepribadian secara simultan dan parsial terhadap kinerja karyawan PT BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan menggunakan analisis regresi berganda yang berguna untuk mengukur kekuatan hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya dan menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Penelitian ini menggunakan 52 responden sebagai sampel dari keseluruhan populasi penelitian dengan menyebarkan kuesioner. Analisis data menggunakan uji F (simultan) dan uji t (parsial). Hasil penelitian berdasarkan persamaan regresi linier berganda yaitu pendidikan terhadap kinerja karyawan tidak memiliki pengaruh. Hasil pengujian pelatihan terhadap kinerja karyawan memiliki pengaruh yang signifikan, serta kepribadian terhadap kinerja karyawan juga memiliki pengaruh yang signifikan. Hasil uji t untuk variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai thitung 1,395 > ttabel 2,010 dan taraf signifiakan 0,169 > 0,05. Untuk variabel pelatohan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai thitung 2,323 > ttabel 2,010 dengan taraf siginifikan 0,024 < 0,05. Dan untuk variabel kepribadian berpengaruh terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai thitung 2,173 > ttabel 2,010 dengan taraf siginifikan 0,035 < 0,05. Serta pengujian hipotesis dengan uji F menunjukkan bahwa pendidikan, pelatihan dan kepribadian secara serentak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan fhitung 18,058 > ftabel 2,80 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05.