Etty Safriyani
Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Musi Rawas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mitigasi Pencemaran Perairan Akibat Dari Limbah Pengolahan Ikan di Kelurahan Pasar Tebing Tinggi Amsal Rijal Nasution; Etty Safriyani; Wartono Wartono
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencemaran perairan akibat limbah pengolahan ikan serta upaya mitigasi yang dapat diterapkan di Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan meliputi jenis usaha pengolahan ikan, jenis limbah yang dihasilkan, jumlah produksi limbah, dampak lingkungan, serta strategi mitigasi pencemaran perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi ikan mencapai 6.480 kg per tahun dengan jumlah limbah sebesar 3.564 kg per tahun atau sekitar 55% dari total bahan baku ikan. Limbah yang dihasilkan terdiri atas limbah padat berupa kepala, tulang, sisik, insang, dan jeroan ikan serta limbah cair dari proses pencucian ikan dan peralatan produksi. Limbah tersebut berpotensi meningkatkan nilai Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD), menurunkan kadar oksigen terlarut, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengganggu kualitas lingkungan perairan dan kesehatan masyarakat. Strategi mitigasi yang dapat diterapkan meliputi valorisasi limbah menjadi produk bernilai ekonomis, penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, pengembangan konsep ekonomi sirkular, serta pelatihan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi pencemaran perairan dan mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.