Nurti Budiyanti
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HAKIKAT MANUSIA DALAM AL-QUR`AN DAN PANCASILA: IMPLIKASI TERHADAP PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Hizba Aulia; Udin Supriadi; Nurti Budiyanti
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v13i2.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hakikat manusia melalui lensa Al-Qur'an dan Pancasila serta menganalisis dampaknya terhadap pendidikan Islam secara holistik. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan analisis konten, mengumpulkan data dari teks Al-Qur'an, dokumen resmi Pancasila, dan literatur akademik yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Pancasila memberikan kontribusi signifikan terhadap pendekatan pendidikan yang tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, karakter, dan tanggung jawab sosial. Al-Qur'an mendeskripsikan hakikat manusia dalam dimensi fisik, spiritual, moral, dan intelektual, sedangkan Pancasila menekankan nilai-nilai kemanusiaan seperti religiositas, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis untuk mengembangkan pendidikan Islam yang lebih efektif dan relevan dalam menghadapi tantangan kontemporer
Community-Based Psychospiritual Support for Muslim Women: Integrating Positive Psychology and Spiritual Coping Through Majelis Taklim Ummahat in Bandung, Indonesia Nurti Budiyanti; Indah Sari; M. Rindu Fajar Islamy
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): November (On Progress)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v7i1.4013

Abstract

This article examines a culturally situated community-engagement programme that integrated positive psychology, Islamic spiritual coping and peer support within Majelis Taklim Ummahat in Bojongloa Kaler, Bandung, Indonesia. The Gerakan Self-Healing Muslimah was implemented from April to July 2026 through participatory problem identification, co-planning, four thematic learning sessions, observation and reflection. The community comprised approximately 120 active members; 87 participants had matchable pre- and post-program monitoring records, and 10 contributed interview accounts. Activities combined Qur’anic and Hadith study, Islamic history, muhasabah, halaqah discussion, gratitude practice, reflective dhikr and self-change journaling. Reported descriptive indicators changed from 45% to 82% for mental health literacy, from 62% to 34% for self-reported stress symptoms, and from 55% to 84% for daily righteous-deed practice. Participants’ accounts portrayed small-group discussion as an accessible space for voluntary disclosure, listening and mutual encouragement. The programme also documented educational materials and initial commitments to peer-support continuation. Because the measures were adapted for programme monitoring, the documentation lacks sufficient item-level psychometric information, and no comparison group or long-term follow-up was available, these changes cannot establish clinical effectiveness or causal impact. The contribution is a context-sensitive, non-clinical model of community learning whose feasibility and limitations inform future evaluation and referral partnerships.