Boy Putra
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Potensi Kecelakaan Kerja Pada Departemen Produksi Divan Dengan Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) Okky Fernando; Boy Putra
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v3i1.646

Abstract

Selama periode 2023-2024, produksi divan PT. XYZ mengalami penurunan produktivitas sebesar 4-10% dari target bulanan, yang disebabkan oleh tingginya frekuensi kecelakaan kerja, kondisi lingkungan yang tidak aman, serta absensi pekerja akibat cedera dan gangguan kesehatan. Berdasarkan catatan pengawas, terdapat 17 kasus kecelakaan mayor dan minor dalam proses produksi divan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk: (1) Mengidentifikasi dan memprioritas potensi kecelakaan kerja pada departemen produksi divan. (2) Memberikan rekomendasi pengendalian risiko guna mencegah kecelakaan kerja pada produksi divan. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) untuk menganalisis dan mengidentifikasi tingkat risiko kecelakaan berdasarkan keparahan dan kemungkinan terjadinya. Hasil penelitian ini menunjukkan 17 potensi kecelakaan kerja terdeteksi pada 17 tahap proses kerja. Terdapat dua prioritas utama kecelakaan kerja yaitu jari tersayat dengan nilai risk score 15 dan jari terpotong dengan nilai risk score 20. Rekomendasi yang diusulkan dalam pengendalian potensi kecelakaan kerja prioritas antara lain pengendalian administratif berupa pelatihan kepada operator tentang teknik pengoprasian mesin dengan benar, menetapkan SOP yang jelas terkain penggunaan mesin, dan perawatan mesin secara berkala serta pengendalian alat perlindungan diri berupa penggantian sarung tangan kain ke sarung tangan  nitril. Dengan implementasi pengendalian ini tingkat risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Identifikasi Risiko Kerja Pada Proses Produksi Kaleng Menggunakan Metode HIRADC dan RCA Juwanda Saputri; Boy Putra
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v2i4.648

Abstract

Setiap pekerjaan memiliki potensi untuk menimbulkan risiko kecelakaan kerja yang dapat berasal dari proses yang sedang berlangsung, kelalaian pekerja, atau kondisi pabrik. Berdasarkan hasil observasi di area proses produksi kaleng PT. XYZ dan wawancara dengan sejumlah karyawan, terdapat 25 kasus kecelakaan kerja yang terjadi, disertai berbagai risiko kecelakaan kerja dan insiden yang teridentifikasi, baik dalam proses produksi maupun di lingkungan kerja. Hal ini mencerminkan 25% dari target zero accident. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko keselamatan kerja pada proses produksi kaleng di PT. XYZ menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dan Root Cause Analysis (RCA). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan tiga potensi bahaya dengan tingkat risiko tinggi pada tahap produksi printing, yang berpotensi menyebabkan kebakaran, luka bakar, gangguan pernapasan, serta iritasi kulit pada operator. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan fishbone Diagram dan 5 whys analysis guna mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap kecelakaan kerja adalah kurangnya kebijakan keselamatan, minimnya pelatihan pekerja, serta ketidakseimbangan antara efisiensi biaya dan keselamatan. Oleh karena itu, diusulkan strategi perbaikan menggunakan metode 5W1H, seperti penerapan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), peningkatan pelatihan rutin, audit keselamatan berkala, serta penerapan teknologi keselamatan seperti thermocontrol. Setelah implementasi tindakan pengendalian, risiko tinggi berhasil diturunkan ke tingkat yang lebih rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan kerja dan mencapai target zero accident.