Akbar Syaiful Luneto
IAIN Sultan Amai Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Akhlak Sebagai Basis Pembentukan Generasi Berkarakter Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Akbar Syaiful Luneto; Kasim Yahiji; Muhammad Hasbi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 12, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.12.2.204-212.2026

Abstract

Krisis moral yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat saat ini menjadi tanda bahwa sistem pendidikan modern sering kali lebih menekankan aspek kognitif dan keterampilan, namun melupakan pembentukan karakter. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya perilaku intoleransi, kekerasan di kalangan pelajar, penyalahgunaan teknologi digital, dan rendahnya rasa tanggung jawab sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran akhlak sebagai basis pembentukan generasi berkarakter dalam perspektif filsafat Pendidikan islam adalah sebagai fondasi pembentukan generasi berkarakter di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini menelaah pemikiran tokoh-tokoh klasik seperti al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih serta temuan riset kontemporer dari jurnal nasional enam tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak memiliki posisi sentral dalam filsafat pendidikan Islam karena menjadi poros integrasi antara dimensi spiritual, intelektual, dan sosial manusia. Pendidikan Islam dipandang tidak hanya sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga transformasi moral melalui pembiasaan, keteladanan guru, dan penguatan budaya sekolah. Analisis kritis menunjukkan bahwa problem utama pendidikan Islam kontemporer bukan terletak pada kurangnya teori, melainkan lemahnya internalisasi nilai akhlak dalam praktik pendidikan. Sementara itu, implikasi praktis menegaskan perlunya rekonstruksi paradigma pendidikan Islam berbasis nilai akhlak yang terintegrasi dalam kurikulum, kompetensi guru, dan evaluasi karakter peserta didik. Dengan menempatkan akhlak sebagai inti dari filsafat pendidikan, pendidikan Islam berpotensi besar melahirkan generasi yang berilmu, berintegritas, dan berkomitmen pada kemaslahatan umat.