Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tenun ulos memiliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya Batak. Namun, berbagai kendala seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), keterbatasan inovasi, serta minimnya pemanfaatan teknologi modern masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengembangan UMKM tenun ulos, mengidentifikasi kendala pengembangan SDM, serta merumuskan strategi peningkatan daya saing pengrajin ulos di Kota Pematang Siantar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM melalui pelatihan teknis, manajerial, dan kewirausahaan mampu meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, serta inovasi produk turunan ulos. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan, bantuan modal, serta legalitas usaha turut memperkuat daya saing UMKM. Implementasi strategi berbasis Triple Bottom Line (profit, people, planet) juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan pengrajin, pemberdayaan sosial, serta keberlanjutan lingkungan. Kesimpulannya, pengembangan SDM dan inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan pendapatan UMKM tenun ulos, sehingga diperlukan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan pemanfaatan teknologi untuk mencapai keberlanjutan usaha.