Mutiara Oktaviona
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Sistem Pembelajaran Digital Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Silva Afrantini; Nabila Ainurrahmi; Tika Azira; Mutiara Oktaviona; Rizki Ananda
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.340

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) di kalangan siswa sekolah dasar di Indonesia merupakan tantangan kognitif yang krusial di era transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem pembelajaran digital yang secara spesifik dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik melalui pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan sintaks Problem-Based Learning (PBL) ke dalam fitur interaktif seperti media interaktif, kuis adaptif, dan modul kolaboratif. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran ini sangat layak dengan persentase 89% dari ahli media dan 91% dari ahli materi. Uji coba terbatas pada siswa sekolah dasar menunjukkan respon positif sebesar 87%, yang mengindikasikan tingkat kepraktisan yang tinggi. Lebih lanjut, analisis efektivitas menggunakan uji pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa, dengan penguatan utama pada aspek analisis kognitif dan pemecahan masalah kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital yang tepat guna dapat menjadi katalisator bagi pengembangan HOTS, sekaligus menjembatani kesenjangan antara kurikulum teoritis dan kebutuhan kompetensi abad ke-21.