Amanda Feronia Febriyanti
Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANAMAN KAPAS (Gossypium hirsutum L.): MORFOLOGI, SERAT DAN PEMANFAATANNYA DALAM BERBAGAI INDUSTRI Amanda Feronia Febriyanti
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i2.38315

Abstract

Tanaman kapas (Gossypium sp.) merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor industri, khususnya industri tekstil, pangan, dan kesehatan. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah rendahnya produksi kapas nasional serta belum optimalnya pemanfaatan tanaman kapas secara menyeluruh, baik dari aspek budidaya maupun pengolahan hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji morfologi, syarat tumbuh, teknik budidaya, karakteristik serat, serta pemanfaatan serat kapas dalam berbagai sektor industri. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui penelusuran dan analisis berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanaman kapas memiliki karakter morfologi dan kandungan serat selulosa yang tinggi sehingga berpotensi besar sebagai biomaterial multifungsi. Serat kapas dimanfaatkan secara luas sebagai bahan baku utama industri tekstil, derivat selulosa untuk aditif pangan, serta bahan medis seperti perban dan material pendukung penyembuhan luka. Selain itu, perkembangan teknologi memungkinkan pemanfaatan serat kapas dalam bentuk turunan bernilai tambah seperti nanocellulose dan material biodegradable. Kajian ini memberikan kontribusi berupa pemahaman komprehensif mengenai potensi tanaman kapas sebagai sumber daya alam strategis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan industri dan mengurangi ketergantungan impor.