Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Instagram @agromaritim.ipb sebagai media informasi Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University berdasarkan Uses and Gratifications Theory serta mengukur efektivitasnya menggunakan EPIC Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan eksplanatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada followers akun @agromaritim.ipb dengan teknik purposive sampling. Dari 100 responden awal, sebanyak 99 data digunakan setelah satu data extreme outlier, yaitu case nomor 75, dikeluarkan berdasarkan pemeriksaan boxplot residual. Analisis deskriptif dilakukan menggunakan skor Likert, sedangkan analisis inferensial dilakukan setelah data ditransformasi menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Instagram berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 4,2109. Dimensi kebutuhan afektif memperoleh skor tertinggi, yaitu 4,3535, sedangkan integratif sosial memperoleh skor terendah, yaitu 4,0404. Efektivitas Instagram berdasarkan EPIC Model juga berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 4,2461. Dimensi communication memperoleh skor tertinggi, yaitu 4,3677, sedangkan empathy memperoleh skor terendah, yaitu 4,0869. Hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif, integratif personal, integratif sosial, dan pelarian secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas Instagram dengan nilai signifikansi 0,000 dan R Square sebesar 0,851. Secara parsial, kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif, integratif sosial, dan pelarian berpengaruh signifikan, sedangkan integratif personal tidak berpengaruh signifikan. Kebutuhan afektif menjadi variabel dominan dengan nilai beta sebesar 0,326. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas media informasi digital tidak hanya ditentukan oleh kejelasan pesan, tetapi juga oleh daya tarik visual dan pengalaman emosional audiens.