Kawasan ekowisata mangrove Cukunyinyi memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis konservasi lingkungan. Namun, keterbatasan kapasitas pelaku wisata dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam strategi branding dan manajemen konten media sosial, menjadi tantangan utama dalam pengelolaan dan promosi destinasi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Pelatihan Digital Branding dan Manajemen Konten Media Sosial bagi Pelaku Ekowisata Mangrove Cukunyinyi” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, dalam promosi wisata berbasis digital. Ekowisata Mangrove Cukunyinyi memiliki potensi besar sebagai destinasi berbasis konservasi, namun promosi masih terbatas pada media konvensional. Pelatihan yang dilaksanakan pada 7 September 2025 diikuti oleh 20 peserta muda anggota Karang Taruna menggunakan tiga pendekatan utama, yaitu ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Materi mencakup pengenalan konsep digital branding, strategi komunikasi visual, serta praktik pembuatan dan pengelolaan konten media sosial menggunakan aplikasi sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep digital branding dari rata-rata 56% menjadi 91%. Peserta mampu menghasilkan konten promosi yang lebih menarik, informatif, dan sesuai dengan nilai konservasi. Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi dan rasa kepemilikan terhadap destinasi wisata lokal. Tantangan pascapelatihan berkaitan dengan konsistensi unggahan dan kolaborasi, sehingga disarankan pembentukan tim pengelola media sosial dengan pembagian peran yang jelas serta mekanisme regenerasi yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas digital masyarakat pesisir dan mendukung keberlanjutan promosi ekowisata berbasis komunitas di kawasan Mangrove Cukunyinyi.