Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MONITORING EKOSISTEM LAMUN DI DUSUN PRAJAK, DESA BATU BANGKA, KABUPATEN SUMBAWA Muh. Fahruddin; Anita Prihatini Ilyas; Aan Saputra
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 2 (2026): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i2.8304

Abstract

Ekosistem lamun memiliki fungsi ekologis dan ekonomis yang sangat vital, namun saat ini menghadapi ancaman degradasi serius yang sebagian besar didorong oleh aktivitas antropogenik. Upaya pengelolaan dan pelestarian yang berkelanjutan mutlak membutuhkan data berkala, namun hal ini sering kali terkendala oleh keterbatasan jumlah peneliti dan minimnya alokasi anggaran. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Prajak, Kabupaten Sumbawa, mengenai peran penting ekosistem lamun serta melatih kemampuan teknis warga dalam melakukan pemantauan menggunakan metode Seagrass-Watch. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2026 dengan pendekatan citizen science. Tahapan metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi dan diskusi, pengenalan metode, praktik monitoring dan pendampingan yang berlokasi di Pulau Dangar Ode, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil monitoring yang melibatkan 10 orang perwakilan masyarakat berhasil mengidentifikasi 7 spesies lamun, dengan tutupan tertinggi didominasi oleh jenis Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii. Persentase tutupan lamun secara keseluruhan mencapai 65%, yang tergolong dalam kategori kaya. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait monitoring ekosistem lamun. Kesimpulannya, program pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik yang ditandai dengan peningkatan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam memantau ekosistem lamun. Keterlibatan aktif ini diharapkan mampu mendorong rasa kepemilikan komunitas lokal guna mendukung pengelolaan ekosistem karbon biru yang berkelanjutan.