Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Klinik Thaharah Berbasis Safinatun Najah: Sinergi Kua dan Muslimat NU Gumukmas Lailiyatur Rohmah; Hanin Ummah; Anwar Syaddad
AS-SUNNIYYAH Vol 6 No 01 (2026): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v6i01.3037

Abstract

Fikih thaharah adalah salah satu komponen penting dalam ibadah, sehingga harus difahami oleh tiap muslim. Namun seiring berkembangnya zaman semisal alat mesin cuci, muncul keraguan atau kebingungan dalam status suci suatu barang, sehingga perlu analisa yang memadai untuk memastikan properti dalam beribadah benar-benar suci, dengan kitab safinat an-najah sebagai pijakan yang mu’tabarah. Pengabdian ini menggunakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) Pendekatan ini memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. pengabdian ini melibatkan ibu-ibu muslimat NU kecamatan Gumukmas sebagai peserta, dan berkolaborasi Bersama penyuluh dari KUA Gumukmas, setelah kegiatan klinik thoharoh, pemahaman ibu-ibu muslimat NU menunjukkan peningkatan sekitar 30%-40% dan diharapkan pemahaman tersebut bisa diterapkan dan ditularkan kepada masyarakat yang lain.
DILEMA ALASAN “KHAWATIR ZINA”: ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBERIAN DISPENSASI NIKAH Lailiyatur Rohmah
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 7 No 01 (2026): MEI
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v7i01.3024

Abstract

Alasan "khawatir zina" sering kali menjadi "pintu darurat" (emergency exit) bagi pemohon untuk melegalkan pernikahan dini guna menghindari sanksi sosial dan dosa dalam perspektif agama (konsep Sadd adz-Dzari’ah). Namun, dalam hukum positif, alasan ini menciptakan ketegangan antara upaya perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak moral masyarakat. Sebagai penelitian kepustakaan (library research), artikel ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan sumber data berupa literatur ilmiah, regulasi, dan putusan pengadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkawinan usia dini mampu menimbulkan manfaat dan madharat sekaligus sehingga mampu menciptakan sebuah dilema, oleh sebab itu hakim wajib menganalisa dengan baik berdasarkan bukti untuk menilai apakah perkawinan benar-benar mendesak untuk dilakukan. Kendati demikian hakim adalah pintu terakhir dalam pelaksanaan pencegahan perkawinan dini, sebaliknya orang tua / wali adalah penjaga gerbang utama dalam perkembangan anak agar tidak mendekati zina yang memaksa pelaksanaan perkawinan usia dini.
PELATIHAN FIKIH WANITA: MEMAHAMI HAID DAN ISTIHADHOH SECARA KOMPREHENSIF BAGI MUSLIMAT NU GUMUKMAS Lailiyatur Rohmah; Mualifatun Mualifatun; Qurrotul ‘ Ainiyah; Muhammad Hamdi; Anwar Syaddad
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2799

Abstract

Permasalahan mengenai fikih Wanita khususnya haid dan istihadhoh Adalah perkara yang sangat penting untuk difahami oleh tiap Muslimah, namun faktanya kondisi pemahaman perempuan Muslim mengenai haid dan istihadlah saat ini menunjukkan adanya variasi yang signifikan, begitu pula ibu ibu muslimat dan fatayat NU, padahal sangat erat kaitannya dengan ibadah sehari-hari. Sehingga upaya pengadaan pelatihan fikih Wanita untuk Muslimah sangat penting untuk dilakukan. Pengabdian ini menggunakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) Pendekatan ini memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. pengabdian ini melibatkan ibu-ibu muslimat NU kecamatan Gumukmas sebagai peserta, dan berkolaborasi Bersama penyuluh dari KUA Gumukmas, dengan tujuan meningkatkan pemahaman ibu-ibu muslimat NU mengenai fikih Wanita, khususnya haid, nifas dan istihadhoh. Pelatihan fikih Wanita ini mampu memberikan dampak berupa peningkatan pemahaman ibu-ibu muslimat NU Gumukmas yang lebih komprehensif, dan besar harapan ibu-ibu muslimat NU ini mampu menyampaikan kembali pemahaman fikih Wanita di lingkungan sekitarnya.